Dampak polarisasi dari murka Kristus

Selasa, 10 Februari 2026

Ekspresi murka Kristus, sebagai Anak Domba Elohim dan Singa dari Yehuda, memiliki dampak yang mempolarisasi atas orang-orang yang mendengar-Nya. Misalnya, Maria dan Marta mulai takut akan Kristus dan percaya akan hidup kebangkitan dalam rumah tangga mereka. Maria, khususnya, menunjukkan iman ini dengan mengurapi Kristus sebagai Raja, dengan minyak narwastu murni yang mahal harganya. Dia melakukan ini untuk penguburan-Nya, dalam iman akan kebangkitan yang kini dia percayai untuk diterima dan dihidupi. Yoh 12:1-7. Sebaliknya, orang-orang Farisi menjadi marah oleh karena ekspresi kemarahan Kristus yang menyala-nyala. Luk 6:11. ‘Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia’. Mrk 3:6.

Yesus berbicara dengan otoritas sebagai Raja. Ketika para pendengar menerima-Nya, firman-Nya menghancurkan kuasa pemberontakan yang ditabur oleh Iblis dalam hati para laki-laki dan perempuan. Dengan cara ini, Dia membebaskan mereka untuk percaya kepada-Nya sebagai Tuan dan Tuhan, dan untuk menjadi taat dari hati kepada firman-Nya. Rm 6:17. Firman-Nya melepaskan mereka dari kerajaan kegelapan dan membawa mereka masuk ke dalam kerajaan Anak. Kristus melakukan ini dengan menegor roh-roh turun-temurun dari setan-setan yang membuat orang-orang yang tertindas dan kerasukan, sakit dalam pikiran dan tubuh mereka. Setelah menghancurkan kuasa perbudakan roh-roh ini, Dia melayani melalui iman untuk penyembuhan dan untuk partisipasi mereka dalam kehidupan kerajaan-Nya.

Kristus melakukan perjalanan sebagai Imam-Raja dan Anak Domba Elohim sampai kepada Dia dimuliakan sebagai Manusia pertama yang dijadikan menurut gambar dan rupa Elohim. Setelah kenaikan-Nya, empat puluh hari setelah Dia dimuliakan, Yesus Kristus duduk di sebelah kanan Bapa di sorga. Sebagai Manusia pertama menurut gambar dan rupa Elohim, Dia sekarang adalah Imam-Raja di atas takhta-Nya, memerintah di tengah-tengah gereja-gereja kaki dian-Nya melalui para utusan yang Dia utus, dengan tangan-Nya, untuk melayani di antara gereja-gereja-Nya.

Pembelajaran : Yohanes 11

Referensi :

Yoh 12:1-7
1 Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati. 2 Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus. 3 Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu. 4 Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata: 5 "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?" 6 Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya. 7 Maka kata Yesus: "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku.

Luk 6:11
Maka meluaplah amarah mereka, lalu mereka berunding, apakah yang akan mereka lakukan terhadap Yesus.

Mrk 3:6
Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia.

Rm 6:17
Tetapi syukurlah kepada Elohim! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu.

Berlangganan

Renungan Harian
Silahkan isi nama lengkap dan alamat email untuk mendapatkan renungan harian dalam bahasa indonesia.
 Renungan Bulan Ini
 Renungan Bulan Lalu