Sang Raja dan orang Farisi
Senin, 4 Mei 2026
Keagungan dan kemarahan Kristus sebagai Raja diekspresikan terhadap orang-orang Farisi ketika mereka berusaha menguji Dia kalau-kalau Dia akan menyembuhkan seorang dengan tangan yang lumpuh pada hari Sabat. Ketika Dia memasuki rumah ibadat, orang-orang Farisi mengamat-amati Dia. Mrk 3:2. Luk 6:7. Dengan menganggap diri mereka sebagai ukuran kebenaran, mereka berusaha mencari alasan untuk mendakwa-Nya. Akan tetapi, Yesus datang sebagai Raja untuk melepaskan mereka dari perhambaan mereka kepada kebenaran diri. Ini adalah kesempatan untuk keselamatan mereka.
Yesus berkata kepada orang-orang Farisi, ‘Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?’ Mrk 3:4. Pertanyaan ini menyoroti masalah yang ingin ditangani Yesus. Sakramental Hukum (Taurat) yang mereka aplikasikan kepada diri mereka sendiri dan kepada orang lain, menghambat kehidupan dan kesembuhan yang Kristus, sebagai substansi dari firman, ingin berikan kepada orang-orang yang sakit. Oleh karena itu, pertanyaan tersebut memberi orang-orang Farisi kesempatan untuk merespons mata Kristus yang berapi-api dengan pengakuan kesalahan mereka, yang dapat membawa kepada pengampunan mereka.
Akan tetapi, orang-orang Farisi diam saja. Mrk 3:4. Dalam hal ini, mereka menolak untuk mengirim utusan/delegasi kepada Kristus untuk meminta syarat-syarat perdamaian. Sebaliknya, mereka mempercayai 10.000 alasan mengapa mereka percaya bahwa mereka benar. Kristus dengan marah memandang sekeliling-Nya kepada mereka, berdukacita karena kekerasan hati mereka. Mrk 3:5. Dia memerintahkan orang itu untuk mengulurkan tangannya yang lumpuh, dan tangan itu dipulihkan seperti tangannya yang lain. Bukannya menyadari dan bersukacita dalam keagungan Kristus, orang-orang Farisi pergi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk melawan Dia. Mrk 3:6. Hal penting untuk diperhatikan, mereka menyatukan diri mereka dengan kerajaan alternatif yang palsu. Hati mereka yang keras hanya menghasilkan kebencian dan pembunuhan dan membawa mereka ke bawah penghukuman Hukum (Taurat) yang ingin mereka tegakkan.
Referensi :
Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia.
Luk 6:7
Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat, supaya mereka dapat alasan untuk mempersalahkan Dia.
Mrk 3:4-6
4 Kemudian kata-Nya kepada mereka: "Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?" Tetapi mereka itu diam saja. 5 Ia berdukacita karena kedegilan mereka dan dengan marah Ia memandang sekeliling-Nya kepada mereka lalu Ia berkata kepada orang itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Dan ia mengulurkannya, maka sembuhlah tangannya itu. 6 Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia.
