Menerima dan hidup oleh iman sebagai seorang Kristen
Senin, 7 September 2026
Bagi orang Kristen, iman yang diterima melalui pendengaran firman dari seorang utusan, menjadikan firman itu substansi (nyata) di dalam mereka. Rm 10:17. Firman itu ada di dalam mulut mereka sebagai pengakuan, dan di dalam hati mereka sebagai kesaksian, sehingga mereka dilahirkan dari benih yang ditabur melalui proklamasi firman oleh para utusan Kristus. Inilah poin rasul Paulus ketika dia menulis, ‘Tetapi kebenaran karena iman berkata demikian: "Jangan katakan di dalam hatimu: Siapakah akan naik ke sorga?", yaitu: untuk membawa Yesus turun, atau: "Siapakah akan turun ke jurang maut?", yaitu: untuk membawa Kristus naik dari antara orang mati. Tetapi apakah katanya? Ini: "Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu." Itulah firman iman, yang kami beritakan. Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Elohim telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.’ Rm 10:6-9.
Iman, pada dasarnya, adalah ‘firman iman’, karena iman hanya datang melalui pendengaran, dan pendengaran oleh firman Elohim yang diberitakan kepada kita. Rm 10:17. Iman adalah inisiatif Elohim kepada kita, dan respons kita kepada-Nya. Artinya, iman adalah inisiatif dan respons, yang beroperasi melalui kasih. Rm 5:5. Melalui kasih, ketika Elohim berinisiatif kepada kita, kita diberikan martabat dengan pilihan dan dimampukan untuk merespons dan kemudian bersekutu dengan Dia dan dengan orang-orang yang juga lahir dari hidup-Nya.
Rasul Paulus menggambarkan Abraham sebagai ‘bapa semua orang percaya’ dan ‘bapa orang-orang bersunat, yaitu mereka yang bukan hanya bersunat, tetapi juga mengikuti jejak iman Abraham, bapa leluhur kita, pada masa ia belum disunat’. Rm 4:11-12. Iman yang adalah bagian dari setiap langkah perjalanan ziarahnya diperoleh Abraham secara progresif. Demikian pula, seorang percaya adalah seorang yang secara progresif memperoleh dan berjalan dalam langkah-langkah iman ini.
Referensi :
Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.
Rm 10:6-9
6 Tetapi kebenaran karena iman berkata demikian: "Jangan katakan di dalam hatimu: Siapakah akan naik ke sorga?", yaitu: untuk membawa Yesus turun, 7 atau: "Siapakah akan turun ke jurang maut?", yaitu: untuk membawa Kristus naik dari antara orang mati. 8 Tetapi apakah katanya? Ini: "Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu." Itulah firman iman, yang kami beritakan. 9 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Elohim telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.
Rm 5:5
Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Elohim telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.
Rm 4:11-12
11 Dan tanda sunat itu diterimanya sebagai meterai kebenaran berdasarkan iman yang ditunjukkannya, sebelum ia bersunat. Demikianlah ia dapat menjadi bapa semua orang percaya yang tak bersunat, supaya kebenaran diperhitungkan kepada mereka, 12 dan juga menjadi bapa orang-orang bersunat, yaitu mereka yang bukan hanya bersunat, tetapi juga mengikuti jejak iman Abraham, bapa leluhur kita, pada masa ia belum disunat.
