Abram menerima nama baru
Kamis, 10 September 2026
Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, Tuhan menampakkan diri kepadanya dan berkata, ‘Akulah Elohim Yang Mahakuasa, hiduplah (berjalanlah) di hadapan-Ku dengan tidak bercela. Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan membuat engkau sangat banyak.’ Kej 17:1-2. Kemudian, Yahweh menuliskan nama-Nya sendiri ke dalam nama Abram dan Sarai sehingga, secara kiasan, nama itu menjadi daging di dalam diri mereka. Dengan menuliskan nama-Nya ke dalam nama Abram, namanya diubah menjadi ‘Abram-Yah’ atau Abraham. Dengan menuliskan nama-Nya ke dalam nama Sarai, namanya diubah menjadi ‘Sarai-Yah’ atau Sarah. Mereka harus berjalan dalam realitas, atau substansi dari nama-nama ini.
Sebelum perubahan namanya, nama Abram berarti ‘bapa yang mulia’. Namanya, Abraham, sekarang berarti ‘bapa dari banyak bangsa’. Sebelum perubahan namanya, nama Sarai berarti ‘putriku’. Pernyataan terlengkap dari nama ini adalah ‘putri yang berjuang/bergumul, yang gemar bertengkar dan berselisih’. Sekarang, sebagai Sara, namanya berarti ‘ibu putri dari orang banyak’, atau seperti yang Paulus sebutkan, ‘ibu kita semua’. Gal 4:26. Tuhan mengarahkan Abraham untuk menyunat dirinya dan keturunannya sebagai tanda perjanjian yang telah Dia adakan dengannya. Kej 17:10-14. Penting untuk dicatat bahwa sunat jasmani adalah tanda perjanjian; itu bukanlah Perjanjian Kekal itu sendiri.
Ketika nama Yahweh dituliskan ke dalam Abraham dan Sara, iman Anak Elohim kini menjadi iman mereka. Oleh iman ini, mereka percaya, dan berjalan oleh, hidup kebangkitan Anak. Kita tahu ini karena Paulus menulis, ‘Karena iman ia juga dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu, walaupun (terj. Bhs. Ing. ‘to conceive seed, and she bore a child when’ artinya ‘untuk mengandung benih, dan dia melahirkan anak ketika’) usianya sudah lewat, karena ia menganggap Dia, yang memberikan janji itu setia. Itulah sebabnya, maka dari satu orang, malahan orang yang telah mati pucuk, terpancar keturunan besar, seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, yang tidak terhitung banyaknya.’ Ibr 11:11-12.
Referensi :
1 Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: "Akulah Elohim Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela. 2 Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan membuat engkau sangat banyak."
Gal 4:26
Tetapi Yerusalem sorgawi adalah perempuan yang merdeka, dan ialah ibu kita.
Kej 17:10-14
10 Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat; 11 haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu. 12 Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun-temurun: baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu. 13 Orang yang lahir di rumahmu dan orang yang engkau beli dengan uang harus disunat; maka dalam dagingmulah perjanjian-Ku itu menjadi perjanjian yang kekal. 14 Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku."
Ibr 11:11-12
11 Karena iman ia juga dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu, walaupun usianya sudah lewat, karena ia menganggap Dia, yang memberikan janji itu setia. 12 Itulah sebabnya, maka dari satu orang, malahan orang yang telah mati pucuk, terpancar keturunan besar, seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, yang tidak terhitung banyaknya.
