Kelemahan daging orang Yahudi dan orang Yunani

Jumat, 4 September 2026

Kelemahan daging kita adalah kita tidak memahami motif kita sendiri. Ketika kita berada dalam daging, motif itu bersifat naluriah. Mengidentifikasi prinsip ini, Paulus menulis, ‘Sebab kita tahu, bahwa hukum Taurat adalah rohani, tetapi aku bersifat daging [hukum pikiranku tertuju pada daging], terjual di bawah kuasa dosa [sesuatu telah ditukar]. Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu [secara naluriah]. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat.’ Rm 7:14-15.

Berinteraksi dengan firman hanya melalui kognisi kita membatasi respons kita kepada pemusatan pada diri sendiri. Ini terjadi seketika, dan tanpa kehendak kita. Seseorang yang berelasi dengan firman hanya dengan orientasi ini, akan berusaha untuk membuktikan realitas dengan salah satu dari dua cara. Orang Yahudi mencari pembuktian melalui tanda. Orang Yunani menuntut pembuktian melalui hikmat atau nalar. Akan tetapi, kita memiliki firman lain yang menerobos hati pendengar. Ini adalah firman salib. Paulus merangkumkan prinsip ini, demikian, ‘Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat, tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan, tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan (kuasa) Elohim dan hikmat Elohim.’ 1Kor 1:22-24.

Bagi orang Yahudi, tanda adalah substansi dari kedudukan utusan dan yang menetapkan legitimasi mereka. Bagi orang Yunani, substansi dari kedudukan utusan dan tanda legitimasi mereka adalah pengetahuan dan keahlian mereka, yang sering kali dibuktikan dengan suatu bentuk kualifikasi atau rekam jejak pelayanan. Baik orang Yahudi maupun orang Yunani tetap terpisah dari, dan objektif terhadap, firman, entah sebagai orang yang fanatik atau sebagai orang yang memandang rendah firman (penghina). Berinteraksi dengan firman dengan cara ini adalah berpusat pada diri sendiri dan tidak percaya, membawa pendengar ke dalam perhambaan kepada hukum dosa dan maut.

Pembelajaran : 1 Korintus 1

Referensi :

Rm 7:14-15
14 Sebab kita tahu, bahwa hukum Taurat adalah rohani, tetapi aku bersifat daging, terjual di bawah kuasa dosa. 15 Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat.

1Kor 1:22-24
22 Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat, 23 tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan, 24 tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Elohim dan hikmat Elohim.

Berlangganan

Renungan Harian
Silahkan isi nama lengkap dan alamat email untuk mendapatkan renungan harian dalam bahasa indonesia.
 Renungan Bulan Ini
 Renungan Bulan Lalu