Dilepaskan dari hawa nafsu
Kamis, 2 April 2026
Seorang perempuan dibebaskan dari hawa nafsu ketika dia mengakui dan meninggalkan keinginannya untuk mengontrol yang dipengaruhi oleh romantisme dan kecemasan. Tuhan mengidentifikasi dasar dari orientasi kejatuhan dan bawaan tentang kehidupan ini, dengan berkata kepada perempuan pertama, ‘Engkau akan berahi kepada suamimu (terj. Bhs. Ing. ‘Your desire shall be for your husband’ artinya ‘Keinginanmu akan tertuju pada suamimu’).’ Kej 3:16. Ini adalah keinginan agar orang lain ‘menjadi berasal dari dia’. Tuhan selanjutnya menggambarkan dampak hal ini dalam sebuah rumah, dan dalam gereja, sebagai ‘roh Izebel’. Menegur presbiteri di Tiatira, Dia berkata, ‘Engkau membiarkan wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah [melalui percampuran] dan makan persembahan-persembahan berhala.’ Why 2:20.
Seorang laki-laki dibebaskan dari hawa nafsu ketika dia mengakui dan meninggalkan pengejarannya yang bersaing dengan jerih payah yang seharusnya dilakukan dengan rajin untuk memasuki perhentian. Inilah sebabnya Yesus berkata, ‘Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Elohim. Sebab lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Elohim.’ Luk 18:24-25. Bentuk hawa nafsu ini mungkin terlihat pada orang-orang yang dalam bahasa sehari-hari disebut sebagai ‘pecandu kerja’, yang memprioritaskan pekerjaan dan peluang bisnis daripada pekerjaan relasional yang terkait dengan persekutuan dalam kerajaan Elohim. Ini juga dapat menggambarkan pengejaran seorang laki-laki akan kesenangan duniawi, atau kedagingan, di mana dia keliru menganggap pengalaman-pengalaman dan peluang-peluang ini sebagai berkat Elohim.
Kita sedang dilepaskan dari belenggu yang terkait dengan hawa nafsu, dan sedang diserahkan ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Elohim. Gal 5:1. Rm 8:21. Interaksi kita dengan orang lain bukan lagi untuk pembuktian identitas, tetapi merupakan kesempatan untuk melayani satu sama lain melalui kasih. Gal 5:13. Ini karena kita menerima ekspresi identitas kita dari Anak, yang merupakan substansi dari hidup kita sebagai anak.
Referensi :
Firman-Nya kepada perempuan itu: "Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu."
Why 2:20
Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala.
Luk 18:24-25
24 Lalu Yesus memandang dia dan berkata: "Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Elohim. 25 Sebab lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Elohim."
Gal 5:1
Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.
Rm 8:21
Tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Elohim.
Gal 5:13
Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.
