Polarisasi Yudas

Kamis, 3 September 2026

Keraguan dan ketersinggungan Yudas, terkait perkataan dan tindakan Yesus, merupakan tanda bahwa dia sedang berubah menjadi seorang pengkhianat. Tanda-tanda awal pengkhianatan itu sudah terlihat dalam responsnya terhadap pengurapan Yesus oleh Maria dan istri Simon si kusta. Yudas bersikap menentang ketika Maria mengurapi kaki Kristus dengan minyak narwastu yang sangat mahal. Dia kemudian marah ketika istri Simon si kusta mengurapi kepala Kristus dengan minyak narwastu untuk penguburan-Nya, serta mengkritiknya dengan tajam. Mrk 14:3-5. Markus mencatat bahwa, setelah kejadian ini, Yudas ‘pergi kepada imam-imam kepala dengan maksud untuk menyerahkan (mengkhianati) Yesus kepada mereka’. Mrk 14:10.

Lukas mencatat bahwa, pada saat itu, Iblis masuk ke dalam Yudas. Luk 22:3. Kita dapat mengatakan bahwa dia sekarang ditindas oleh Iblis. Ini berbeda dengan langkah polarisasi selanjutnya yang terjadi pada Yudas pada perjamuan Paskah terakhir. Yohanes menceritakan bahwa, pada perjamuan ini, setelah Yesus membasuh kaki murid-murid, Dia mencelupkan roti dan memberikannya kepada Yudas. ‘Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis.’ Yoh 13:27. Ketika Iblis masuk ke dalam Yudas pada saat itu, Yudas sekarang dirasuki oleh Iblis. Dia tidak lagi berada dalam kebingungan karena kelemahan dagingnya. Dia adalah seorang pembunuh yang bertekad untuk menghancurkan Kristus. Dia milik Iblis yang adalah pembunuh sejak semula. Yoh 8:44.

Polarisasi progresif Yudas melalui pelayanan firman, mencerminkan proses polarisasi yang dijelaskan oleh Tuhan melalui nabi Yesaya. Kita perhatikan bahwa ketidakpercayaan Yudas (1) berkembang menjadi ketersinggungan (2), kemudian pengkhianatan (3), penindasan (4) dan kerasukan (5). Memperingatkan orang-orang yang menolak menerima firman dengan pertobatan dan iman, Yesaya menyatakan, ‘Maka mereka akan mendengarkan firman TUHAN yang begini: "Harus ini harus itu, mesti begini mesti begitu, tambah ini tambah itu! (terj. Bhs. Ing. ‘Precept upon precept, precept upon precept, line upon line, line upon line, here a little, there a little’ artinya ‘Aturan demi aturan, aturan demi aturan, baris demi baris, baris demi baris, sedikit di sini, sedikit di sana’)" supaya dalam berjalan (1) mereka jatuh telentang (2), sehingga luka (3), tertangkap (4) dan tertawan (5)’. Yes 28:13.

Pembelajaran : Yesaya 28

Referensi :

Mrk 14:3-5
3 Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, dan sedang duduk makan, datanglah seorang perempuan membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni yang mahal harganya. Setelah dipecahkannya leher buli-buli itu, dicurahkannya minyak itu ke atas kepala Yesus. 4 Ada orang yang menjadi gusar dan berkata seorang kepada yang lain: "Untuk apa pemborosan minyak narwastu ini? 5 Sebab minyak ini dapat dijual tiga ratus dinar lebih dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin." Lalu mereka memarahi perempuan itu.

Mrk 14:10
Lalu pergilah Yudas Iskariot, salah seorang dari kedua belas murid itu, kepada imam-imam kepala dengan maksud untuk menyerahkan Yesus kepada mereka.

Luk 22:3
Maka masuklah Iblis ke dalam Yudas, yang bernama Iskariot, seorang dari kedua belas murid itu.

Yoh 13:27
Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: "Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera."

Yoh 8:44
Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.

Yes 28:13
Maka mereka akan mendengarkan firman TUHAN yang begini: "Harus ini harus itu, mesti begini mesti begitu, tambah ini tambah itu!" supaya dalam berjalan mereka jatuh telentang, sehingga luka, tertangkap dan tertawan.

Berlangganan

Renungan Harian
Silahkan isi nama lengkap dan alamat email untuk mendapatkan renungan harian dalam bahasa indonesia.
 Renungan Bulan Ini
 Renungan Bulan Lalu