Kebangkitan dan hidup
Rabu, 22 April 2026
Dalam interaksi berikutnya dengan rumah Maria, Marta dan Lazarus, Yesus melayani iman untuk partisipasi mereka dalam kematian dan kebangkitan-Nya, yang digambarkan oleh Abraham mempersembahkan Ishak di Gunung Moria. Mereka disatukan kepada iman yang Abraham tunjukkan ketika dia mempersembahkan Ishak di Gunung Moria, ‘karena ia berpikir, bahwa Elohim berkuasa membangkitkan orang-orang sekalipun dari antara orang mati. Dan dari sana ia seakan-akan telah menerimanya kembali.’ Ibr 11:19. Melalui iman, Maria dan Marta harus percaya untuk menerima Lazarus kembali dari kematian dan percaya akan kebangkitan Kristus, yang Dia sudah proklamirkan kepada mereka.
Yesus memberi mereka kesempatan untuk menerima dan bersatu dengan iman ini ketika Dia membiarkan Lazarus mati setelah mendengar tentang sakitnya. Untuk meneguhkan poin ini, rasul Yohanes mencatat, ‘Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: "Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Elohim, sebab oleh penyakit itu Anak Elohim akan dimuliakan." Yesus memang mengasihi Marta dan kakaknya dan Lazarus. Namun setelah didengar-Nya, bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat, di mana Ia berada.’ Yoh 11:4-6.
Ketika Yesus tiba di Betania, Lazarus telah meninggal selama empat hari. Yoh 11:17. Ketika Marta mendengar bahwa Yesus datang, dia segera keluar menemui-Nya. Menjadi jelas bahwa Yesus tidak memenuhi ekspektasi Marta terhadap-Nya ketika dia berkata, ‘Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati. Tetapi sekarangpun aku tahu, bahwa Elohim akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya.’ Yoh 11:21-22.
Yesus merespons dengan mengatakan, ‘Saudaramu akan bangkit’. Namun, respons Marta tetap setia pada pemahaman injil sebelumnya mengenai kebangkitan, dengan mengatakan, ‘Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman’. Namun Yesus berkata kepadanya, ‘Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?’ Yoh 11:25-26.
Referensi :
Karena ia berpikir, bahwa Elohim berkuasa membangkitkan orang-orang sekalipun dari antara orang mati. Dan dari sana ia seakan-akan telah menerimanya kembali.
Yoh 11:4-6
4 Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: "Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Elohim, sebab oleh penyakit itu Anak Elohim akan dimuliakan." 5 Yesus memang mengasihi Marta dan kakaknya dan Lazarus. 6 Namun setelah didengar-Nya, bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat, di mana Ia berada;
Yoh 11:17
Maka ketika Yesus tiba, didapati-Nya Lazarus telah empat hari berbaring di dalam kubur.
Yoh 11:21-22
21 Maka kata Marta kepada Yesus: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati. 22 Tetapi sekarangpun aku tahu, bahwa Elohim akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya."
Yoh 11:25-26
25 Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, 26 dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?"
