Bersatu dengan musuh Elohim

Kamis, 5 November 2026

Ketika perempuan itu dan Adam memakan buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat sebagai bentuk ketidaktaatan kepada Tuhan Elohim, mereka menjadi mati terhadap Dia dan bersatu dengan musuh Elohim. Iblis menjadi bapa mereka dan sumber budaya mereka. Yoh 8:44–45. Paulus mengidentifikasi budaya ini sebagai ‘hukum dosa’. Rm 7:23,25-26. Setelah meninggalkan kebapaan Elohim, setiap tindakan yang dilakukan sebagai warga kerajaan Iblis merupakan penghinaan terhadap Bapa. Manusia ditawan oleh Iblis ke dalam kerajaannya saat Iblis menjadi raja dan penguasa manusia. Akibatnya, nasib setan dan kerajaan Iblis menjadi nasib manusia - yaitu, penghakiman kekal Elohim.

Kuasa Iblis dibinasakan melalui salib. Kol 2:15. Kerajaannya telah dihakimi dan kuasanya telah dihancurkan. Menyatakan implikasi dari salib ini, Paulus menulis, ‘Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.’ Ibr 2:14-15.

Pendamaian bagi umat manusia menuntut dibinasakannya kerajaan Iblis. Rasul Yohanes mengatakan, ‘Barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Elohim menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan (pekerjaan-pekerjaan) Iblis itu.’ 1Yoh 3:8. Semua penghakiman, baik terhadap Iblis maupun umat manusia, kini berada di bawah penghakiman salib, dari mana Kristus, Anak Manusia, kini memerintah sebagai Tuhan langit dan bumi oleh karena kebangkitan dan ciptaan baru. Di kayu salib, saat Kristus menderita siksaan penghakiman kekal, nyala api lautan api pun menyala. Pada hari penghakiman, maut dan neraka (tempat yang pertama-tama disediakan bagi para malaikat kejatuhan) dilemparkan ke dalam lautan api itu, bersama semua orang yang namanya tidak ditemukan dalam kitab kehidupan karena mereka memilih untuk tetap menjadi warga kerajaan kegelapan. Why 20:12-15.

Pembelajaran : Yohanes 8

Referensi :

Yoh 8:44–45
44 Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta. 45 Tetapi karena Aku mengatakan kebenaran kepadamu, kamu tidak percaya kepada-Ku.

Rm 7:23,25-26
23 tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku. 25 Syukur kepada Elohim! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. 26 Jadi dengan akal budiku aku melayani hukum Elohim, tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa.

Kol 2:15
Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka.

Ibr 2:14-15
14 Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; 15 dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.

1Yoh 3:8
Barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Elohim menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu.

Why 20:12-15
12 Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu. 13 Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya. 14 Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api. 15 Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.

Berlangganan

Renungan Harian
Silahkan isi nama lengkap dan alamat email untuk mendapatkan renungan harian dalam bahasa indonesia.
 Renungan Bulan Ini
 Renungan Bulan Lalu