Mengakui kesalahan kita
Senin, 6 April 2026
Banyak orang mengklaim berjalan dalam terang firman; akan tetapi, interaksi mereka dengan firman, dan isi percakapan mereka dalam lingkungan agape, menunjukkan hal sebaliknya. Misalnya, beberapa orang sering memprioritaskan fokus atau beban devosi mereka sendiri saat mereka merefleksikan bersama pasangan atau sahabat-sahabat mereka. Yang lain mengomentari firman, menyampaikan ingatan mereka sendiri tentang poin penting, atau refleksi mereka tentang poin yang mereka percaya relevan dengan kehidupan mereka. Seringkali, ekspresi-ekspresi ini disebut sebagai kesaksian mereka. Akan tetapi, ini bukanlah ucapan yang membangun persekutuan.
Meningkatkan fokus dan isi percakapan kita tidak serta merta membawa kepada persekutuan dalam terang. Fondasi mendasar dari persekutuan adalah pengakuan. Pengakuan adalah ekspresi kebenaran dalam terang firman. Itu membutuhkan iluminasi, dan merupakan buah dari penginsafan kita akan dosa, kebenaran, dan penghakiman, ketika firman, oleh Roh, membuka hati kita. Yoh 16:8. Ibr 4:12. Dalam hal ini, pengakuan termasuk memberikan pertanggungjawaban. Ibr 4:13.
Pertama-tama, Kitab Suci mengarahkan kita untuk mengakui kesalahan kita satu sama lain. Seperti yang ditulis Yakobus, ‘Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.’ Yak 5:16. Demikian pula, rasul Yohanes mengajarkan, ‘Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.’ 1Yoh 1:8-9. Dengan mengarahkan kita untuk mengakui dosa-dosa kita, Yakobus dan Yohanes tidak menganjurkan pengakuan rahasia dengan seorang figur kependetaan. Ekspektasi akan kerahasiaan, secara definisi, adalah keinginan untuk menjaga masalah-masalah dalam gelap (merahasiakan sesuatu). Akan tetapi, mereka juga tidak menyarankan kita untuk melakukan penilaian diri dan menyalahkan diri sendiri dalam lingkungan relasional. Melainkan, kita harus mengakui kesalahan kita satu sama lain dalam konteks di mana dosa kita, yang diiluminasi kepada kita oleh firman, telah berdampak atas orang-orang yang hidup bersama kita.
Referensi :
Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman.
Ibr 4:12-13
12 Sebab firman Elohim hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. 13 Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.
Yak 5:16
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.
1Yoh 1:8-9
8 Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. 9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
