Mengusahakan rekonsiliasi

Senin, 6 Juli 2026

Kemampuan membedakan secara rohani, diperlukan untuk menilai natur dari ketersinggungan seseorang. Misalnya, respons tersinggung seseorang mungkin hanya dikarenakan kepribadian atau temperamen seseorang. Mereka bahkan mungkin sedang mengalami hari yang buruk! Dalam kasus-kasus lain, tuduhan yang dilontarkan kepada kita mungkin dipicu oleh roh turun-temurun atau penindasan dari roh jahat yang telah menguasai seseorang. Kita tidak perlu menanggapi atau menenangkan ekspresi-ekspresi semacam itu. Kita harus memelihara ekspresi pengudusan kita sambil menerima dengan kelemahlembutan hati firman yang memampukan kita untuk dibangun di atas Kristus.

Seorang saudara yang mempunyai sesuatu ‘terhadap kita’ tersinggung oleh sesuatu yang mungkin telah kita katakan atau lakukan. Mat 5:23-24. Ini mungkin berupa ketersinggungan yang dirasakan atau yang nyata. Akan tetapi, jika Roh mengingatkan kita, atau menarik perhatian kita, pada ketersinggungan tersebut, kita harus mengusahakan rekonsiliasi dalam suatu roh persekutuan. Inilah pelayanan minyak yang menandai hubungan kita dengan kekepalaan Kristus.

Tentu saja, Yesus tidak menganjurkan percakapan yang saling berdebat/membantah yang didasari oleh hukum pikiran kita. Cara pemulihan hubungan seperti ini dalam presbiteri, dalam gereja, atau dalam rumah tangga-rumah tangga kita merupakan ekspresi dari hukum lain dan hanya menghasilkan emosi-emosi dosa.

Apakah contohnya bagi kita? Kita perhatikan bahwa Yesus mengusahakan rekonsiliasi dengan Yudas dalam suatu roh persekutuan. Yudas tersinggung oleh perkataan Kristus, dan tersinggung ketika Yesus diurapi untuk penguburan-Nya oleh Maria dan oleh istri Simon si kusta. Akan tetapi, Yesus membasuh kaki Yudas dan memohon kepadanya untuk bersatu dengan-Nya dalam persekutuan doa di Getsemani. Yoh 13:2-5,27.

Jika kita gagal memprakarsai rekonsiliasi ketika kita tahu bahwa saudara kita tersinggung, kita berdosa, sekalipun jika menurut Hukum kita tidak bersalah. Demikian pula, jika saudara yang tersinggung tetap tersinggung, mereka berdosa. Masalah bagi kedua orang tersebut adalah penolakan mereka untuk berdamai dengan saudara mereka, dan berjalan bersama dalam terang firman, di mana darah Kristus aktif untuk menyucikan dan menyembuhkan. 1Yoh 1:7. Karena alasan ini, dosa mereka tetap ada.

Pembelajaran : Mazmur 133

Referensi :

Mat 5:23-24
23 Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, 24 tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.

Yoh 13:2-5,27
2 Mereka sedang makan bersama, dan Iblis telah membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia. 3 Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Elohim dan kembali kepada Elohim. 4 Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, 5 kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu. 27 Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: "Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera."

1Yoh 1:7
Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.

Berlangganan

Renungan Harian
Silahkan isi nama lengkap dan alamat email untuk mendapatkan renungan harian dalam bahasa indonesia.
 Renungan Bulan Ini
 Renungan Bulan Lalu