Takut akan Elohim

Selasa, 15 September 2026

Di puncak Gunung Moria, Abraham menyelesaikan perjalanan yang telah melepaskan dia dari ketakutannya sendiri, dan menyerahkan dia kepada takut akan Elohim. Takut akan Elohim adalah penghargaan dan penyembahan yang menjadi bagian dari persekutuan persembahan di dalam Yahweh. Itu adalah penghargaan Bapa, Anak, dan Roh Kudus untuk satu sama lain dalam persekutuan persembahan Mereka sendiri. Akhir dari perjalanan iman Abraham adalah pengetahuan yang intim tentang takut akan Elohim, karena dia telah menerima iman Anak Elohim untuk berpartisipasi dalam persekutuan Yahweh.

Abraham melakukan perjalanan ke Gunung Moria bersama Ishak dalam iman bahwa Elohim akan membangkitkan anaknya dari kematian. Persembahan yang Elohim perintahkan kepada Abraham untuk dilakukan itu menyatakan iman Anak Elohim, dan juga menyatakan iman Elohim Bapa. Iman Anak dan Bapa dinyatakan dalam waktu ketika Kristus, oleh Roh Kekal dari Roh Kudus, mempersembahkan diri-Nya dalam ketaatan kepada Bapa, mulai dari taman Getsemani hingga salib. Ibr 9:14. Bapa menjadikan Anak-Nya yang tunggal sebagai korban persembahan untuk dosa, supaya kita menjadi kebenaran Elohim di dalam Anak. 2Kor 5:21. Abraham dan Ishak diundang untuk berpartisipasi dalam persekutuan iman ini.

Dalam persekutuan persembahan di dalam Yahweh ini, Abraham mempersembahkan Ishak dan menerimanya kembali, secara kiasan, dari kematian. Ibr 11:19. Hal ini menyatakan baik iman Bapa maupun iman Anak. Rasul Paulus menjelaskan bahwa ketika Yesus dibangkitkan dari kematian, Dia dilahirkan oleh Elohim Bapa untuk kedua kalinya ketika Bapa berkata kepada-Nya, ‘Anak-Ku Engkau! Aku telah memperanakkan Engkau pada hari ini.’ Kis 13:33. Demikian pula, ketika Abraham menerima Ishak kembali dari kematian, Ishak, secara kiasan, dilahirkan kembali untuk kedua kalinya.

Pembelajaran : Kejadian 22

Referensi :

Ibr 9:14
Betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Elohim sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Elohim yang hidup.

2Kor 5:21
Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Elohim.

Ibr 11:19
Karena ia berpikir, bahwa Elohim berkuasa membangkitkan orang-orang sekalipun dari antara orang mati. Dan dari sana ia seakan-akan telah menerimanya kembali.

Kis 13:33
Telah digenapi Elohim kepada kita, keturunan mereka, dengan membangkitkan Yesus, seperti yang ada tertulis dalam mazmur kedua: Anak-Ku Engkau! Aku telah memperanakkan Engkau pada hari ini.

Berlangganan

Renungan Harian
Silahkan isi nama lengkap dan alamat email untuk mendapatkan renungan harian dalam bahasa indonesia.
 Renungan Bulan Ini
 Renungan Bulan Lalu