Hukum adalah penuntun
Kamis, 16 Juli 2026
Paulus menyatakan, ‘Pelayanan yang memimpin kepada kematian terukir dengan huruf pada loh-loh batu. Namun demikian kemuliaan Elohim menyertainya waktu ia diberikan. Sebab sekalipun pudar juga [sementara], cahaya muka Musa begitu cemerlang, sehingga mata orang-orang Israel tidak tahan menatapnya. Jika pelayanan itu datang dengan kemuliaan yang demikian betapa lebih besarnya lagi kemuliaan yang menyertai pelayanan Roh! Sebab, jika pelayanan yang memimpin kepada penghukuman itu mulia, betapa lebih mulianya lagi pelayanan yang memimpin kepada pembenaran.’ 2Kor 3:7-9.
Meskipun Perjanjian Hukum itu mulia, rasul Paulus menggambarkannya sebagai ‘pelayanan yang memimpin kepada kematian’ dan ‘pelayanan penghukuman’. Sama seperti ketaatan seseorang terhadap Hukum menghasilkan berkat, ketidaktaatan seseorang terhadap Hukum menghasilkan kutuk. Kutuk adalah penghakiman Hukum Elohim. Patut diperhatikan, penghakiman Perjanjian Hukum tidak terbatas pada perilaku seseorang; penghakiman itu juga mencakup penghakiman atas hati seseorang. Musa berkata kepada bangsa Israel, ‘Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Elohimmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai (terj. Bhs. Ing. ‘test’ artinya ‘menguji’) engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak.’ Ul 8:2.
Meskipun hati manusia dihakimi di bawah Perjanjian Hukum, Hukum tidak memiliki kapasitas untuk menyunat hukum lain yang telah dibapai di dalam hati manusia melalui ketidaktaatan Adam. Demikian pula, meskipun Hukum menjanjikan berkat untuk ketaatan, Hukum tidak memberikan kapasitas untuk taat kepada bangsa Israel. Lebih tepatnya, Hukum adalah penuntun, atau guru, yang dimaksudkan untuk menuntun bangsa Israel kepada Kristus. Persembahan-persembahan yang ditentukan oleh Perjanjian Hukum semuanya merupakan bayangan dari persembahan Kristus. Laki-laki dan perempuan yang berjalan dalam iman Abraham, mempersembahkan di bawah Perjanjian Hukum, dalam iman untuk kedatangan Kristus dan pentahbisan Perjanjian Baru sebagai hasil dari kematian dan kebangkitan-Nya.
Referensi :
7 Pelayanan yang memimpin kepada kematian terukir dengan huruf pada loh-loh batu. Namun demikian kemuliaan Elohim menyertainya waktu ia diberikan. Sebab sekalipun pudar juga, cahaya muka Musa begitu cemerlang, sehingga mata orang-orang Israel tidak tahan menatapnya. Jika pelayanan itu datang dengan kemuliaan yang demikian 8 betapa lebih besarnya lagi kemuliaan yang menyertai pelayanan Roh! 9 Sebab, jika pelayanan yang memimpin kepada penghukuman itu mulia, betapa lebih mulianya lagi pelayanan yang memimpin kepada pembenaran.
Ul 8:2
Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Elohimmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak.
