Mempercayai adalah pemuridan
Jumat, 10 April 2026
Dalam suratnya kepada jemaat Roma, rasul Paulus menjelaskan bahwa ‘jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Elohim telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan’. Rm 10:9. Injil-injil yang tidak mengetahui, atau gagal mengakui, kebutuhan seseorang untuk dilahirkan dari kodrat ilahi Elohim, dan dibaptis dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus melalui pemuridan, menimbulkan suatu bentuk ‘kepercayaan semu’ yang dapat menghalangi pendengar untuk masuk ke dalam kerajaan Elohim. Kristus sendiri berbicara tentang alternatif ini (alternatif terhadap injil tentang anak) yang terus ada di dalam gereja.
Poin pertama yang perlu diperhatikan adalah bahwa percaya bukanlah persetujuan kita dengan, atau bahkan penghargaan kita terhadap, firman. Bukan pula hanya pengakuan pribadi, atau pernyataan, bahwa Yesus adalah Anak Elohim, atau bahwa Elohim itu esa. Yak 2:19. Percaya bukan hanya hubungan pribadi kita dengan Yesus, meskipun ini sangat penting untuk keselamatan. Bahkan, adalah suatu kesalahan yang menyesatkan dan terkutuk untuk menempatkan klaim kita tentang hubungan pribadi dengan Kristus di atas, atau terpisah dari, dibangun di atas Dia bersama dengan yang lain sebagai bagian dari bait tubuh-Nya. 1Ptr 2:4-5. Seseorang yang benar-benar mengenal Kristus mengasihi firman-Nya dan persekutuan yang darinya firman itu mengalir keluar. Mereka akan merindukan untuk dibangun di atas Kristus, sang Batu Karang, sambil melepaskan pelanggaran/ketersinggungan relasional yang merupakan bukti ketidaktaatan mereka terhadap firman yang mengalir keluar. 1Ptr 2:7-8.
Rasul Yohanes dengan jelas menyatakan bahwa mempercayai adalah pemuridan. Dia berkata, ‘Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Elohim, Elohim tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Elohim.’ 1Yoh 4:15. Sama mendasarnya adalah realitas bahwa percaya kepada Yesus ditunjukkan dengan ketaatan kepada firman-Nya. Inilah ekspresi seseorang yang rohani, dan yang memasuki perhentian yang merupakan bagian dari memperoleh warisan kekal mereka sebagai anak Elohim dan anggota tubuh Kristus.
Referensi :
Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Elohim telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.
Yak 2:19
Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Elohim saja? Itu baik! Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar.
1Ptr 2:4-5
4 Dan datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Elohim. 5 Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Elohim.
1Ptr 2:7-8
7 Karena itu bagi kamu, yang percaya, ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya: "Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru, juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan." 8 Mereka tersandung padanya, karena mereka tidak taat kepada Firman Elohim; dan untuk itu mereka juga telah disediakan.
1Yoh 4:15
Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Elohim, Elohim tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Elohim.
