Meninggalkan pohon kehidupan
Rabu, 13 Mei 2026
Sehubungan dengan penggenapan tujuan perjanjian Mereka, Bapa adalah sumber dan Arsitek Agung penciptaan. Anak, yang menyatakan dan berasal dari Bapa, adalah Pencipta langit dan bumi. Penciptaan terjadi dalam ruang dan waktu melalui perantaraan Roh Kudus.
Ketika Adam diciptakan, dia ditetapkan oleh Elohim sebagai penguasa dan pengelola atas ciptaan. Merincikan mandat ini, Elohim berkata, ‘Beranakcuculah dan bertambah banyak (terj. Bhs. Ing. ‘Be fruitful and multiply’ artinya ‘Berbuahlah dan bermultiplikasi’); penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.’ Kej 1:28. Adam harus hidup dan melayani, mengikuti teladan ketaatan Kristus, Rajanya. Dari taman Eden, Adam melayani dengan cara ini melalui ketaatan iman, saat dia menerima firman Bapa, dari Kristus, melalui Roh Kudus, di pohon kehidupan setiap petang hari. Dalam hal ini, pohon kehidupan di taman Eden adalah persekutuan firman kerajaan.
Adam menukar mandat dan persekutuan ini dengan dusta ketika dia memperhatikan suara istrinya, yang telah tertipu melalui sihir Iblis. Dia tidak taat kepada Elohim dan memakan buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.
Tuhan, dalam kemurahan-Nya, menyediakan penebusan bagi Adam dan istrinya, yang kemudian harus mereka pilih. Adam dan Hawa memilih penebusan yang disediakan Elohim bagi mereka. Anak domba yang disembelih untuk tujuan ini menyimbolkan partisipasi mereka dalam proses mengalahkan dosa. Hal ini mencakup persembahan yang dilakukan setiap hari di pintu gerbang Eden, serta menerima kesulitan-kesulitan yang mereka alami dalam konteks pekerjaan mereka sebagai partisipasi dalam persembahan tersebut.
Referensi :
Elohim memberkati mereka, lalu Elohim berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."
