Mempersembahkan diri kita untuk persekutuan

Selasa, 18 Agustus 2026

Unsur kedua dari pentahbisan Yeremia adalah bahwa Tuhan menjamah mulut Yeremia. Kita dapat membandingkan ini dengan pengalaman nabi Yesaya. Ketika dia melihat Tuhan semesta alam di atas takhta-Nya, dan mendengar para serafim memproklamirkan kekudusan persekutuan Yahweh, Yesaya menyatakan, ‘Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni TUHAN semesta alam.’ Yes 6:5. Terlepas dari kasih karunia dan pelayanan kenabiannya, Yesaya diiluminasi untuk melihat betapa jauhnya dia telah jatuh dari tingginya persekutuan Yahweh Elohim, yang ‘kudus, kudus, kudus’. Yes 6:3. Why 4:8.

Dalam pewahyuan Yesaya, seorang serafim menyucikan bibirnya dengan bara yang diambilnya dengan sepit dari mezbah. Yes 6:6. Bara dari mezbah itu menyatukan Yesaya dengan persekutuan persembahan Yahweh Elohim dan memampukan dia untuk mempersembahkan dirinya untuk persekutuan dengan Tuhan. Dalam Perjanjian Baru, Yesus Kristuslah yang mengulurkan tangan kanan-Nya, melalui Roh Kudus, untuk menyucikan bibir setiap utusan yang telah diiluminasi untuk melihat betapa jauhnya mereka telah jatuh dari tingginya Gunung Sion. Tuhan menggunakan tangan-Nya sendiri untuk menjamah mulut Yeremia karena Dia menahbiskannya sebagai tipe/gambaran administrasi kerasulan.

Unsur ketiga dari pentahbisan Yeremia sebagai utusan adalah bahwa Tuhan menaruh firman-Nya di mulutnya. Penting bagi kita untuk memahami perbedaan antara Tuhan menyucikan bibir seorang utusan, dan Tuhan menaruh firman-Nya di mulut seorang utusan. Bibir seorang utusan perlu disucikan agar mereka dapat berpartisipasi dalam persekutuan tangan kanan Kristus. Tuhan kemudian dapat menaruh firman-Nya di mulut mereka, dan mengutus mereka sebagai utusan dari tangan kanan-Nya untuk memproklamirkan firman-Nya dan mengundang para pendengar mereka untuk bersatu dengan persekutuan yang sama.

Pembelajaran : Yesaya 6

Referensi :

Yes 6:5
Lalu kataku: "Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni TUHAN semesta alam."

Yes 6:3
Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: "Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!"

Why 4:8
Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: "Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Elohim, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang."

Yes 6:6
Tetapi seorang dari pada Serafim itu terbang mendapatkan aku; di tangannya ada bara, yang diambilnya dengan sepit dari atas mezbah.

Berlangganan

Renungan Harian
Silahkan isi nama lengkap dan alamat email untuk mendapatkan renungan harian dalam bahasa indonesia.
 Renungan Bulan Ini
 Renungan Bulan Lalu