Kelepasan Ayub dari ketersinggungan

Rabu, 1 Juli 2026
Sangat membantu memperhatikan pengalaman Ayub, ketiga sahabatnya, dan orang muda Elihu. Natur dari percakapan dalam ‘presbiteri’ ini, yang juga dapat terjadi dalam sebuah rumah tangga, dipengaruhi oleh misteri kejahatan. Meskipun Ayub dan sahabat-sahabatnya menyatakan beberapa prinsip yang bermanfaat yang diambil dari kebenaran, diskusi ini didasarkan pada penalaran sebab-akibat mereka sendiri. Ini mencontohkan prinsip ‘cara berbicara berdebat/membantah’. Buah dari percakapan ini adalah kebuntuan hubungan, kelelahan, dan multiplikasi ketersinggungan.

Patut diperhatikan, melalui musim penderitaan ini, Ayub mengalahkan Iblis. Akan tetapi, dia hanya mampu melakukan ini karena dia bertemu dan menerima Kristus sebagai Raja yang berbicara kepadanya dengan murka dan kemarahan yang menyala-nyala. Sebagai contoh, merespons penilaian Ayub tentang situasinya, ‘Maka dari dalam badai TUHAN menjawab Ayub: Siapakah dia yang menggelapkan keputusan dengan perkataan-perkataan yang tidak berpengetahuan? Bersiaplah engkau sebagai laki-laki! Aku akan menanyai engkau, supaya engkau memberitahu Aku.’ Ayb 38:1-3.

Penting untuk dicatat bahwa kata terakhir dari percakapan Tuhan kepada Ayub, sebagai Dia satu-satunya yang berhak untuk ‘berbicara berdebat/membantah’, berkaitan dengan ular besar, Lewiatan. Kristus menyatakan kepada Ayub prinsip ular di atas batu dan menginstruksikan dia tentang bagaimana untuk mengalahkan Iblis. Dia mengarahkan Ayub untuk ‘ingatlah pertarungannya’ dan untuk berhenti berinteraksi dengan ular itu menurut prinsip-prinsip daging. Ayb 40:27. Satu-satunya cara untuk mengalahkan Iblis adalah bersatu dengan sang Raja dalam persekutuan kemenangan-Nya melalui salib. Untuk tujuan ini, Tuhan menyatakan, ‘Orang yang nekatpun takkan berani membangkitkan marahnya. Siapakah yang dapat bertahan di hadapan Aku? Siapakah yang menghadapi Aku, yang Kubiarkan tetap selamat? Apa yang ada di seluruh kolong langit, adalah kepunyaan-Ku.’ Ayb 41:1-2.

Ketika Ayub merespons inisiatif Kristus, sang Imam-Raja, dia takut akan Tuhan. Dia menemukan pertobatan dan iman, yang memampukan dia untuk mengetahui dan percaya akan natur kasih Elohim yang sejati. 1Yoh 4:16. Ayb 42:3-6.
Pembelajaran : Ayub 42

Referensi :

Ayb 38:1-3
1  Maka dari dalam badai TUHAN menjawab Ayub: 2  "Siapakah dia yang menggelapkan keputusan dengan perkataan-perkataan yang tidak berpengetahuan? 3  Bersiaplah engkau sebagai laki-laki! Aku akan menanyai engkau, supaya engkau memberitahu Aku.

Ayb 40:27
Letakkan tanganmu ke atasnya! Ingatlah pertarungannya! --Engkau takkan melakukannya lagi!

Ayb 41:1-2
1 Orang yang nekatpun takkan berani membangkitkan marahnya. Siapakah yang dapat bertahan di hadapan Aku? 2 Siapakah yang menghadapi Aku, yang Kubiarkan tetap selamat? Apa yang ada di seluruh kolong langit, adalah kepunyaan-Ku.

1Yoh 4:16
Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Elohimkepada kita. Elohim adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Elohim dan Elohim di dalam dia.

Ayb 42:3-6
3  Firman-Mu: Siapakah dia yang menyelubungi keputusan tanpa pengetahuan? Itulah sebabnya, tanpa pengertian aku telah bercerita tentang hal-hal yang sangat ajaib bagiku dan yang tidak kuketahui. 4  Firman-Mu: Dengarlah, maka Akulah yang akan berfirman; Aku akan menanyai engkau, supaya engkau memberitahu Aku. 5  Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. 6  Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu."

Berlangganan

Renungan Harian
Silahkan isi nama lengkap dan alamat email untuk mendapatkan renungan harian dalam bahasa indonesia.
 Renungan Bulan Ini
 Renungan Bulan Lalu