Jerih payah pertama kita

Senin, 30 Maret 2026

Salah satu sebutan yang Yesus berikan kepada murid-murid-Nya adalah ‘pekerja-pekerja’. Ini secara spesifik berhubungan dengan pekerjaan merawat kebun anggur Bapa, dan mengumpulkan tuaian-Nya. Mat 20:1-2. Luk 10:2. Misalnya, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, ‘Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.’ Mat 9:37-38.

Meskipun pelayanan di gereja dan penginjilan tampaknya menjadi fokus utama dari pekerjaan seseorang sebagai murid, kenyataannya tidak demikian. Paulus menjelaskan bahwa jerih payah pertama kita adalah memasuki perhentian Elohim. Dia menulis, ‘Sebab, andaikata Yosua telah membawa mereka masuk ke tempat perhentian, pasti Elohim tidak akan berkata-kata kemudian tentang suatu hari lain. Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Elohim. Sebab barangsiapa telah masuk ke tempat perhentian-Nya, ia sendiri telah berhenti dari segala pekerjaannya, sama seperti Elohim berhenti dari pekerjaan-Nya. Karena itu baiklah kita berusaha [arti harfiah, ‘baiklah kita berjerih payah’] untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorangpun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga.’ Ibr 4:8-11.

Dalam Kitab Suci, istilah ‘perhentian’ mengacu pada warisan yang diberikan oleh Elohim. Dia menyebutnya ‘perhentian-Ku’. Mzm 95:11. Warisan ini dijanjikan kepada orang-orang yang menerima inisiatif Elohim untuk meneguhkan mereka di dalam kerajaan-Nya. ‘Kerajaan Elohim’ adalah persekutuan Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Hal itu dinyatakan kepada kita melalui proklamasi injil Kerajaan. Kita berjerih payah untuk masuk ke dalam perhentian ini dengan menerima dan berjalan dalam terang injil kerajaan. Dengan menerima dan berjalan dalam perintah-perintah ini, kita sedang dimuridkan dan tinggal dalam nama Bapa, nama Anak, dan nama Roh Kudus. Mat 28:18-20. Inilah dasar kesaksian kita dan hal ini sangat penting bagi jerih payah kita demi orang lain agar mereka dapat masuk ke dalam perhentian yang sama ini.

Pembelajaran : Ibrani 4

Referensi :

Mat 20:1-2
1 Adapun hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya. 2 Setelah ia sepakat dengan pekerja-pekerja itu mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya.

Luk 10:2
Kata-Nya kepada mereka: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.

Mat 9:37-38
37 Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. 38 Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu."

Ibr 4:8-11
8 Sebab, andaikata Yosua telah membawa mereka masuk ke tempat perhentian, pasti Elohim tidak akan berkata-kata kemudian tentang suatu hari lain. 9 Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Elohim. 10 Sebab barangsiapa telah masuk ke tempat perhentian-Nya, ia sendiri telah berhenti dari segala pekerjaannya, sama seperti Elohim berhenti dari pekerjaan-Nya. 11 Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorangpun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga. Mzm 95:11 Sebab itu Aku bersumpah dalam murka-Ku: "Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku."

Mat 28:18-20
18 Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. 19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, 20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Berlangganan

Renungan Harian
Silahkan isi nama lengkap dan alamat email untuk mendapatkan renungan harian dalam bahasa indonesia.
 Renungan Bulan Ini
 Renungan Bulan Lalu