Respons kita terhadap firman

Selasa, 1 September 2026

Ketika firman Elohim diproklamirkan kepada kita, kita mendengar informasi tersebut dengan telinga jasmani kita, dan informasi itu dipertimbangkan dengan pikiran kita. Akan tetapi, jika kita berusaha melayani Hukum Elohim dengan pikiran kita, respons kedagingan terhadap firman ini pasti akan mengakibatkan kita melayani hukum dosa dengan daging kita. Rm 7:26.  Paulus berkata, ‘Aku suka akan hukum Elohim, tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku.’ Rm 7:22-23.

Berlawanan dengan ini, iluminasi dan penginsafan roh kita oleh Roh Kudus, membawa kepada berpusat pada yang lain, adalah bukti dari respons rohani terhadap firman. Kita harus menjadi berpusat pada yang lain dalam respons kita terhadap firman. Respons yang berpusat pada diri sendiri, atau kedagingan, adalah lawan dari respons identitas. Identitas kita ada dalam roh kita. Roh kita tetap dalam kegelapan ketika iluminasi terhalang oleh penilaian firman melalui hukum pikiran kita. Ini terjadi ketika kita menolak penginsafan Roh Kudus. Dengan orientasi kedagingan seperti ini terhadap firman, kita hanya dapat memberikan respons deduktif (bernalar dan menarik kesimpulan) terhadap injil dengan pikiran kita sehubungan dengan informasi yang kita peroleh melalui panca indra kita.

Ketika kita memberikan respons yang benar-benar rohani terhadap firman Elohim, kita meresponi Tuhan dengan tidak menaruh percaya atau keyakinan pada hal-hal lahiriah (terj. Bhs. Ing. ‘flesh’ artinya ‘daging’). Flp 3:3. Kita melayani oleh Roh. Artinya, kita mengakui bahwa kehendak untuk menaati firman ada dalam kita, tetapi bagaimana melakukan apa yang baik, kita tidak mengerti. Rm 7:18. Inilah sikap orang yang menerima firman dengan kelemahlembutan hati. Yak 1:21. Dengan memelihara sikap ini, respons kita adalah, ‘Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini (terj. Bhs. Ing. ‘my unbelief’ artinya ‘ketidakpercayaanku’)!’ Mrk 9:24.

Pembelajaran : Roma 7

Referensi :

Rm 7:26
Jadi dengan akal budiku aku melayani hukum Elohim, tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa.

Rm 7:22-23
22 Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Elohim, 23 tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku.

Flp 3:3
Karena kitalah orang-orang bersunat, yang beribadah oleh Roh Elohim, dan bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah.

Rm 7:18
Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik.

Yak 1:21
Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.

Mrk 9:24
Segera ayah anak itu berteriak: "Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!"

Berlangganan

Renungan Harian
Silahkan isi nama lengkap dan alamat email untuk mendapatkan renungan harian dalam bahasa indonesia.
 Renungan Bulan Ini
 Renungan Bulan Lalu