Kematian yang Dia alami
Senin, 9 November 2026
Untuk memahami pekerjaan pendamaian dengan benar, kita perlu memperhatikan natur dari persembahan Kristus. Persembahan Kristus bukanlah sesuatu yang berpusat pada diri sendiri. Itu adalah kasih yang semula, yang dinyatakan. Ekspresi kasih Kristus melibatkan mengosongkan diri hingga titik akhir, oleh kapasitas tujuh Roh dari Roh Kudus, untuk menyatakan Bapa dan suatu kumpulan anak-anak. Flp 2:5-7.
Karena kita adalah musuh Elohim akibat ketidaktaatan dan dosa kita, persembahan Kristus merupakan respons yang bertanggung jawab terhadap penghakiman Elohim. Untuk tujuan ini, Kristus ‘telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia’. 1Tim 2:6. Penting untuk menyadari bahwa harga tebusan itu tidak dibayarkan kepada siapa pun. Tebusan ini pertama-tama adalah harga yang harus ditanggung Elohim karena Kristus menjadi kutuk bagi kita. Kemudian, tebusan itu adalah harga penumpahan darah-Nya demi penebusan kita.
Dimensi selanjutnya dari persembahan Kristus adalah respons penderitaan sebagai pendamaian. Artinya, Dia ditetapkan sebagai tutup pendamaian (tempat duduk kemurahan). Rm 3:25. Kristus menanggung seluruh penghakiman dan hukuman yang diperlukan untuk membinasakan dosa dan Iblis. Dia menjadi perwujudan dosa ketika Bapa membuat Dia yang tidak mengenal dosa menjadi dosa bagi kita. 2Kor 5:21. Hal penting untuk diperhatikan, ketika Dia dipakukan di kayu salib, Kristus menjadi kutuk bagi kita. Gal 3:13. Kutuk Elohim adalah maut. Dalam hal ini, ketika Dia disalibkan sebagai perwujudan dosa, dosa itu dimatikan! Kita melihat bahwa kematian dosa telah diselesaikan di dalam Kristus.
Pada saat yang sama, kematian yang dialami Kristus adalah kematian-Nya terhadap dosa. Rm 6:10. Karena Dia mati terhadap dosa, maut tidak berkuasa atas-Nya. Dia dibawa kembali dari kematian oleh hidup yang ada dalam darah-Nya. Rm 6:10. Ibr 13:20. Hidup kebangkitan dihasilkan oleh penumpahan darah-Nya melalui penderitaan. Hidup kebangkitan lebih dari sekadar hidup kekal. Hidup itu adalah berkat Elohim yang menggantikan kutuk penghakiman. Hidup itu membuka pintu kemurahan, yang kemudian bersukacita, atau menang, atas penghakiman. Yak 2:13.
Referensi :
5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, 6 yang walaupun dalam rupa Elohim, tidak menganggap kesetaraan dengan Elohim itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
1Tim 2:6
Yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan.
Rm 3:25
Kristus Yesus telah ditentukan Elohim menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya.
2Kor 5:21
Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Elohim.
Gal 3:13
Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"
Rm 6:10
Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Elohim.
Ibr 13:20
Maka Elohim damai sejahtera, yang oleh darah perjanjian yang kekal telah membawa kembali dari antara orang mati Gembala Agung segala domba, yaitu Yesus, Tuhan kita.
Yak 2:13
Sebab penghakiman yang tak berbelas kasihan akan berlaku atas orang yang tidak berbelas kasihan. Tetapi belas kasihan akan menang atas penghakiman.
