Penyebab terjadinya disfungsi
Selasa, 7 Juli 2026
Mengingat fokus kita saat ini dalam firman, kita menyadari bahwa kelemahan daging manusiawi kita adalah penyebab disfungsi dalam hubungan-hubungan kita.
Bagi seorang Kristen, kedagingan merupakan kerentanan khusus terhadap kelemahan daging yang menimpa umat manusia akibat ketidaktaatan Adam. Seorang Kristen yang kedagingan adalah seorang yang telah dilahirkan kembali tetapi yang menujukan pikirannya pada daging. Artinya, mereka berinteraksi dengan firman melalui hukum pikiran mereka, yang merupakan ekspresi dari hukum lain mereka.
Tanpa iluminasi dan penginsafan oleh Roh Kudus, persetujuan kita dengan firman hanyalah tindakan hukum lain melalui hukum pikiran kita. Ketika kita berinteraksi dengan firman dengan cara ini, naluri untuk mempertahankan diri tak terelakkan dan tanpa disadari akan diaktifkan.
Naluri mempertahankan diri, yang berkaitan dengan takut akan maut, mendorong kita untuk mengingini hidup yang menjadi milik firman. Hal ini membawa kita ke bawah penghakiman salib, dan menempatkan kita dalam pertentangan dengan ekspresi hidup dan persekutuan Elohim yang seharusnya menjadi budaya kita dalam pernikahan, rumah, dan hubungan-hubungan kita di dalam tubuh Kristus.
Ketika kita hidup dengan cara ini, kita sekali lagi menukar kebenaran dengan dusta yang berasal dari pengertian kita sendiri dan penglihatan mata kita sendiri. Dengan melakukan itu, kita dibawa kembali kepada perhambaan takut akan maut di bawah kekuasaan Iblis. Dia memperoleh keuntungan dalam hidup kita dan dalam rumah kita.
Pada musim ini, kita sedang belajar bahwa kelemahan daging kita terungkap melalui ekspektasi-ekspektasi yang kita miliki untuk satu sama lain, khususnya dalam pernikahan kita. Ekspektasi-ekspektasi ini diambil dari firman, atau hukum, dan dipaksakan atas orang lain. Kita dapat menggambarkan dinamika ini sebagai ‘perjanjian pernikahan yang diberdayakan oleh maksud romantis’.
Referensi :
