Menyerahkan diri kita kepada hati nurani setiap orang
Rabu, 29 Juli 2026
Rasul Paulus tidak tertarik menyampaikan informasi kepada pendengarnya yang dapat mereka gunakan sebagai sumber daya. Tujuan pelayanannya adalah untuk memultiplikasi persekutuan Yahweh dalam gereja-gereja kaki dian. Karena itu, Paulus berkata, ‘Kami menyerahkan diri kami untuk dipertimbangkan oleh (terj. Bhs. Ing. ‘to every man’s conscience’ artinya ‘kepada hati nurani’) semua orang di hadapan Elohim’. 2Kor 4:2. Kita perhatikan bahwa Paulus tidak memisahkan dirinya dari berita yang dia sampaikan. Pelayanannya merupakan ekspresi dari persembahannya sendiri, demi membangun persekutuan antara dirinya dengan orang-orang yang menerimanya. Kemudian, dalam surat yang sama ini, dia bersaksi kepada jemaat Korintus dengan berkata, ‘Kami telah berbicara terus terang kepada kamu, hati kami terbuka lebar-lebar bagi kamu. … Maka sekarang, supaya timbal balik--aku berkata seperti kepada anak-anakku--:Bukalah hati kamu selebar-lebarnya!’ 2Kor 6:11,13.
Hal yang penting adalah Paulus tidak menyerahkan dirinya kepada pikiran semua orang. Dia tidak fokus pada mencoba membuktikan kebenaran pelayanannya kepada siapa pun, atau mencoba meyakinkan siapa pun untuk menerima berita yang dia sampaikan. Dia tidak peduli dengan penilaian yang dibuat jemaat Korintus tentang dirinya dan pelayanannya. 1Kor 4:3. Sebaliknya, dia menyerahkan dirinya kepada hati nurani setiap orang. Hati nurani seseorang adalah bagian terdalam dari roh mereka. Roh seseorang adalah identitasnya. Hati nurani kita adalah bagian dari roh kita yang memampukan kita untuk mengenal diri sendiri, mengenal Elohim, dan mengenal satu sama lain. Itu adalah kapasitas kita untuk bersekutu. Ketika Paulus menyerahkan dirinya kepada hati nurani setiap orang, dia mengatakan bahwa dia ingin bertemu dengan setiap orang, roh dengan roh, untuk bersekutu.
Ketika firman Elohim diproklamirkan, roh seseorang harus diiluminasi oleh Roh Kudus, jika tidak, identitas mereka tetap dalam kegelapan dan tidak ada dasar untuk persekutuan.
Referensi :
Tetapi kami menolak segala perbuatan tersembunyi yang memalukan; kami tidak berlaku licik dan tidak memalsukan firman Elohim. Sebaliknya kami menyatakan kebenaran dan dengan demikian kami menyerahkan diri kami untuk dipertimbangkan oleh semua orang di hadapan Elohim.
2Kor 6:11,13
11 Hai orang Korintus! Kami telah berbicara terus terang kepada kamu, hati kami terbuka lebar-lebar bagi kamu. 13 Maka sekarang, supaya timbal balik--aku berkata seperti kepada anak-anakku--: Bukalah hati kamu selebar-lebarnya!
1Kor 4:3
Bagiku sedikit sekali artinya entahkah aku dihakimi oleh kamu atau oleh suatu pengadilan manusia. Malahan diriku sendiripun tidak kuhakimi.
