Kematian mana yang akan kita alami?

Kamis, 2 Juli 2026
Ekspektasi-ekspektasi, komunikasi yang kedagingan, dan kurangnya kepercayaan kita dalam persekutuan tubuh Kristus akan terbukti melalui tersandung dan tersinggung dalam berelasi. Oleh karena itu, menangani ketersinggungan kita merupakan hal mendasar untuk kelepasan dari kelemahan daging kita dan dampaknya terhadap hubungan-hubungan kita dalam gereja, dalam keluarga kita, dan dalam pernikahan kita.

Ketersinggungan kita merupakan hasil dari penilaian yang kita buat mengenai cara kita seharusnya diterima, didengarkan, dan dilibatkan. Hal ini menunjukkan bahwa kita telah memegang Hukum melalui hukum pikiran kita. Emosi-emosi kita yang menyebabkan ketidakharmonisan dalam berelasi menyingkapkan bahwa kita tersandung pada Kristus, yang dari-Nya kita telah berusaha untuk memegang Hukum tersebut.

Tempat terjadinya ketersinggungan adalah tempat di mana kematian terjadi. Tidak adanya perhentian dan damai sejahtera bukanlah sekedar ketidakbahagiaan kita atas apa yang telah dilakukan orang lain kepada kita; melainkan itu merupakan bukti bahwa kita sedang berada di bawah penghakiman akibat penyalahgunaan dan pemanfaatan yang keliru terhadap Hukum. Artinya, kita menjadi lemah, sakit, dan menuju kematian karena ketersinggungan tersebut.

Intensitas tekanan ini diperparah oleh Roh Kudus yang bermusuhan dengan orientasi hidup yang kedagingan ini. Gal 5:17. Roh Kudus menolong kita, melalui iluminasi dan penginsafan, untuk melihat di mana kita berada di bawah hukuman mati akibat penyalahgunaan Hukum, supaya kita dapat memilih kematian mana yang akan kita alami.

Bukti bahwa kita telah memilih kematian Kristus adalah bahwa kita menemukan perhentian dalam persekutuan dengan penguburan-Nya. Bukannya memiliki sikap buruk terhadap orang lain, menuntut balasan dari mereka, kita justru berhenti menganggap diri kita berhak menjadi ukuran bagi diri sendiri dan orang lain. Kita kemudian menerima dari Kristus pertobatan yang telah Dia selesaikan bagi kita, yang memberi kita kapasitas untuk memprakarsai persekutuan sebagai tindakan mencurahkan minyak yang wangi atas orang-orang yang telah menyinggung kita.
Pembelajaran : Lukas 23

Referensi :

Gal 5:17
Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging--karena keduanya bertentangan--sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.

Berlangganan

Renungan Harian
Silahkan isi nama lengkap dan alamat email untuk mendapatkan renungan harian dalam bahasa indonesia.
 Renungan Bulan Ini
 Renungan Bulan Lalu