Hati yang tertuju pada ziarah

Senin, 28 September 2026

Pemazmur menyatakan, ‘Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah! (terj. Bhs. Ing. ‘whose heart is set on pilgrimage’ artinya ‘yang hatinya tertuju pada ziarah’) ... Mereka berjalan makin lama makin kuat, hendak menghadap Elohim di Sion’. Mzm 84:6,8. Hati seorang anak Elohim tertuju pada ziarah saat mereka berjalan dalam terang firman kebenaran masa kini sebagai murid Kristus. Ziarah (Perjalanan rohani) seorang murid Kristus adalah dari kekuatan kepada kekuatan, atau dari kebajikan kepada kebajikan, saat mereka berjalan di jalan yang telah dirintis oleh Kristus bagi mereka.

Ziarah kita dalam terang firman kebenaran masa kini adalah dari ‘iman kepada iman’. Rm 1:17. Dalam persekutuan persembahan dan penderitaan Kristus, kita sedang diubahkan dari satu tingkat kemuliaan kepada tingkat kemuliaan yang lain. 2Kor 3:18. Kita membaca dalam kitab Amsal bahwa ‘jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari’. Ams 4:18. Bagi seorang anak Elohim, ‘tengah hari’ adalah akhir dari perjalanan hidup mereka di dunia ini ketika mereka mewarisi kemuliaan tubuh sorgawi mereka.

Sebagai seseorang yang hatinya tertuju pada ziarah, rasul Paulus bersaksi, ‘Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena aku pun telah ditangkap oleh Kristus Yesus.’ Flp 3:12. Paulus menjelaskan bahwa ada tingkatan-tingkatan pencapaian sebagai seorang murid Kristus. Flp 3:13-15. Seorang anak Elohim yang semakin dewasa rohani, akan merasa puas pada setiap tahap perjalanannya; sementara pada saat yang sama, mereka akan menyadari perlunya terus mengejar/berjuang hingga akhir ziarah mereka

Sebelumnya dalam suratnya kepada jemaat Filipi, rasul Paulus berkata, ‘Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian, sehingga kamu dapat memilih apa yang [lebih] baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus, penuh dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Elohim.’ Flp 1:9-11.

Pembelajaran : Filipi 3

Referensi :

Mzm 84:6,8
6 Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah!
8 Mereka berjalan makin lama makin kuat, hendak menghadap Elohim di Sion.

Rm 1:17
Sebab di dalamnya nyata kebenaran Elohim, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman."

2Kor 3:18
Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.

Ams 4:18
Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari.

Flp 3:12
12 Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. 13 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, 14 dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Elohim dalam Kristus Yesus. 15 Karena itu marilah kita, yang sempurna, berpikir demikian. Dan jikalau lain pikiranmu tentang salah satu hal, hal itu akan dinyatakan Elohim juga kepadamu.

Flp 1:9-11
9 Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian, 10 sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus, 11 penuh dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Elohim.

Berlangganan

Renungan Harian
Silahkan isi nama lengkap dan alamat email untuk mendapatkan renungan harian dalam bahasa indonesia.
 Renungan Bulan Ini
 Renungan Bulan Lalu