Pernikahan yang tidak bahagia

Rabu, 27 Mei 2026

Hukum yang diberikan di Gunung Sinai adalah perjanjian pernikahan antara Anak Elohim dengan kaum Israel, yang digambarkan Stefanus sebagai ‘sidang jemaah (gereja) di padang gurun’. Kis 7:38. Melihat perjanjian ini, Tuhan, melalui nabi Yeremia, berkata, ‘Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda, bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas (terj. Bhs. Ing. 'a husband to’ artinya ‘suami bagi’) mereka, demikianlah firman TUHAN.’ Yer 31:31-32.

Ini adalah pernikahan yang tidak bahagia, karena mempelai perempuan Anak terus-menerus tidak setia. Bagi orang-orang yang hidup oleh iman, Hukum seharusnya menjadi penuntun untuk membawa mereka kepada Kristus. Akan tetapi, mayoritas orang-orang meninggalkan iman. Ul 32:20. Mereka tidak memiliki kerinduan untuk ada hubungan dengan Elohim. Ul 32:15-18. Mereka menyalahgunakan Hukum untuk mengejar kehidupan dan ekspresi mereka sendiri, dan berulang kali mengejar berhala-berhala.

Substansi dari iman dijanjikan kepada Abraham, di dalam Kristus, di Gunung Moria, yang pada zaman Kristus disebut ‘Gunung Kalvari’. Tuhan berkata kepada Abraham, ‘Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku.’ Kej 22:18. Ini adalah Perjanjian Kekal yang Tuhan adakan dengan Abraham. Perjanjian ini diberikan kepada umat manusia, sebagai substansi dari iman, dalam kelahiran baru, setelah kebangkitan Kristus dari antara orang mati.

Respons pertama yang terkait dengan menerima berkat Perjanjian Kekal adalah menjadi bangkrut dalam roh. Seperti yang dikatakan Yesus sendiri, ‘Berbahagialah (Diberkatilah) orang yang miskin di hadapan Elohim, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.’ Mat 5:3.

Pembelajaran : Hosea 1

Referensi :

Kis 7:38
Musa inilah yang menjadi pengantara dalam sidang jemaah di padang gurun di antara malaikat yang berfirman kepadanya di gunung Sinai dan nenek moyang kita; dan dialah yang menerima firman-firman yang hidup untuk menyampaikannya kepada kamu.

Yer 31:31-32
31 Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda, 32 bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman TUHAN.

Ul 32:20
Ia berfirman: Aku hendak menyembunyikan wajah-Ku terhadap mereka, dan melihat bagaimana kesudahan mereka, sebab mereka itu suatu angkatan yang bengkok, anak-anak yang tidak mempunyai kesetiaan.

Ul 32:15-18
15 Lalu menjadi gemuklah Yesyurun, dan menendang ke belakang, --bertambah gemuk engkau, gendut dan tambun--dan ia meninggalkan Elohim yang telah menjadikan dia, ia memandang rendah gunung batu keselamatannya. 16 Mereka membangkitkan cemburu-Nya dengan allah asing, mereka menimbulkan sakit hati-Nya dengan dewa kekejian, 17 mereka mempersembahkan korban kepada roh-roh jahat yang bukan Elohim, kepada allah yang tidak mereka kenal, allah baru yang belum lama timbul, yang kepadanya nenek moyangmu tidak gentar. 18 Gunung batu yang memperanakkan engkau, telah kaulalaikan, dan telah kaulupakan Elohim yang melahirkan engkau.

Kej 22:18
Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku.

Mat 5:3
Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Elohim, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

Berlangganan

Renungan Harian
Silahkan isi nama lengkap dan alamat email untuk mendapatkan renungan harian dalam bahasa indonesia.
 Renungan Bulan Ini
 Renungan Bulan Lalu