Perjanjian pernikahan yang baru

Kamis, 9 Juli 2026

Paulus menyatakan bahwa perjanjian pernikahan pertama antara Anak Elohim dengan bangsa Israel telah berakhir melalui kematian Kristus di kayu salib. Dia kemudian memproklamirkan bahwa ada perjanjian pernikahan yang baru antara Anak Manusia yang dimuliakan dengan gereja. Paulus berkata, ‘Sebab itu, saudara-saudaraku, kamu juga telah mati bagi hukum Taurat oleh tubuh Kristus [setelah mati bersama dengan Dia], supaya kamu menjadi milik (terj. Bhs. Ing. ‘may be married to’ artinya ‘dapat menikah dengan’) orang lain, yaitu milik Dia, yang telah dibangkitkan dari antara orang mati [Anak Manusia yang dimuliakan], agar kita berbuah bagi Elohim.’ Rm 7:4.

Suatu perjanjian pernikahan yang baru, antara Anak Manusia dengan Israel sejati milik Elohim, diteguhkan di Gunung Kalvari setelah Kristus dibangkitkan dari kematian karena dosa kita. Perjanjian pernikahan yang baru ini adalah ‘Roh, yang memberi hidup dalam Kristus (terj. Bhs. Ing. ‘the law of the Spirit of life in Christ Jesus’ artinya ‘hukum Roh kehidupan di dalam Kristus Yesus’)’. Rm 8:2.

Setelah dilahirkan dari kodrat ilahi, kita sekarang mampu berjalan menurut Roh dalam persekutuan persembahan dan penderitaan Kristus. Bukannya berusaha melayani Tuhan dengan pikiran kita, yang kedagingan dan pasti membawa kepada melayani hukum dosa, kita dapat mengikuti Roh. Kita taat dari hati kepada firman yang disampaikan oleh Kristus melalui para utusan-Nya, yang Roh ingatkan kepada kita. Yoh 14:26. Dengan cara inilah tuntutan kebenaran Hukum digenapi di dalam kita. Rm 8:4.

Akan tetapi, ketika kita memilih untuk berjalan menurut daging, melalui pengetahuan kita tentang yang baik dan yang jahat, kita berada di bawah penghukuman. Melalui hukum pikiran kita, kita menambahkan kuasa dan api Hukum Elohim pada upaya-upaya kita, untuk memberi kita kekuatan supaya kita dapat membuktikan bahwa kita benar, orang lain salah, dan bahwa Elohim menyertai kita. Rm 7:25-26. Ini menjadi bentuk baru dari penyembahan berhala kita, yang dibuktikan dengan emosi-emosi dosa yang menyertainya. Rm 7:5.

Pembelajaran : Roma 8

Referensi :

Rm 7:4
Sebab itu, saudara-saudaraku, kamu juga telah mati bagi hukum Taurat oleh tubuh Kristus, supaya kamu menjadi milik orang lain, yaitu milik Dia, yang telah dibangkitkan dari antara orang mati, agar kita berbuah bagi Elohim.

Rm 8:2
Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.

Yoh 14:26
Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

Rm 8:4
Supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh.

Rm 7:25-26
25 Syukur kepada Elohim! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. 26 Jadi dengan akal budiku aku melayani hukum Elohim, tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa.

Rm 7:5
Sebab waktu kita masih hidup di dalam daging, hawa nafsu dosa, yang dirangsang oleh hukum Taurat, bekerja dalam anggota-anggota tubuh kita, agar kita berbuah bagi maut.

Berlangganan

Renungan Harian
Silahkan isi nama lengkap dan alamat email untuk mendapatkan renungan harian dalam bahasa indonesia.
 Renungan Bulan Ini
 Renungan Bulan Lalu