Mempercayai hidup sebagai anak

Kamis, 3 April 2025

Injil tentang anak menyatakan kasih Bapa, kasih karunia Yesus Kristus, dan persekutuan Roh Kudus. Melalui inisiatif unik dari setiap Pribadi Kekepalaan Elohim, kita dilahirkan dari Elohim dan diciptakan menurut gambar dan rupa Elohim. Hal yang penting, ciptaan baru tidak terjadi melalui baptisan atau regenerasi. Sebaliknya, hal itu dimulai dengan adopsi. Ini bukanlah adopsi seperti yang dikonseptualisasikan oleh Calvin, melainkan, keseluruhan proses yang dimulai dengan menerima janji akan Roh melalui iman. Gal 3:14.

Untuk menyoroti pentingnya menerima kodrat ilahi melalui kelahiran baru sebelum baptisan, mari kita sekarang memperhatikan implikasi-implikasi dari kasih Bapa, kasih karunia Yesus Kristus, dan persekutuan Roh Kudus.

Bapa, atas permintaan Anak, mengirimkan Roh Kudus ke dalam hati kita untuk menyertai kita dan di dalam kita. Yoh 14:15-17. Paulus menyebut Roh Kudus, “Roh adopsi”. Ketika Dia masuk ke dalam hati kita, Dia menginsafkan kita akan dosa, kebenaran dan penghakiman. Yoh 16:7-11. Dengan melakukan itu, Roh bertanya kepada kita, “Apakah kamu ingin menjadi anak Elohim?” Saat kita mengatakan “Ya!”, Roh Kudus memberikan kepada kita iman untuk percaya akan apa yang benar-benar mustahil dan tidak terpikirkan – kita dapat percaya bahwa kita dapat menjadi anak Elohim yang dilahirkan kembali dari kodrat ilahi-Nya! Ini adalah iman yang sama yang diterima Abram ketika Yahweh, yang adalah Firman, datang kepadanya dan berkata, “Janganlah takut, Abram, Akulah perisai [iman] mu; upahmu akan sangat besar.” Kej 15:1. Abram percaya oleh iman ini, dan itu “diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran”, yang berarti “hidup sebagai anak”. Kej 15:4-6.

Pembelajaran : Kejadian 15

Referensi :

Gal 3:14
Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.

Yoh 14:15-17
15 "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. 16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, 17 yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.

Yoh 16:7-11
7 Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. 8 Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; 9 akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku; 10 akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; 11 akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum.

Kej 15:1
“Kemudian datanglah firman Tuhan kepada Abram dalam suatu penglihatan: ”Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar.” “

Kej 15:4-6
4 Tetapi datanglah firman TUHAN kepadanya, demikian: "Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu." 5 Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." 6 Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.

Berlangganan

Renungan Harian
Silahkan isi nama lengkap dan alamat email untuk mendapatkan renungan harian dalam bahasa indonesia.
 Renungan Bulan Ini
 Renungan Bulan Lalu