Mengalahkan ajaran Bileam

Selasa, 14 Juli 2026

Seorang utusan yang berjalan di jalan Bileam menunjukkan bahwa dia malu akan injil Elohim, karena upayanya yang memalukan untuk mengejar ekspresi mereka sendiri. Tidak dapat dihindari, mereka melayani injil lain yang mempromosikan ekspresi berhala dari kebenaran diri dan merangkul percampuran dengan budaya-budaya agamawi lain. Dengan melakukan hal itu, orang-orang yang bersatu dengan percakapan alternatif mereka akan tersandung sehubungan dengan pengudusan mereka yang dinyatakan melalui firman kebenaran masa kini.

Kita tidak perlu tersandung seperti ini. Dalam suratnya kepada jemaat di Roma, Paulus menulis, ‘Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan (terj. Bhs. Ing. ‘offences [lit: stumbling blocks]’ artinya ‘ketersinggungan [secara harfiah: batu sandungan]’). Sebab itu hindarilah mereka!’ Rm 16:17. Kunci bagi kita semua adalah menerima dengan kelemahlembutan hati firman yang mengalir keluar dari persekutuan presbiteri yang mengundang kita untuk bersatu dengan persekutuan presbiteri tersebut.

Berbicara kepada jemaat di Pergamus, yang telah mengalahkan ajaran Bileam, Yesus berjanji, ‘Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi; dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih [secara harfiah: cemerlang], yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapapun, selain oleh yang menerimanya.’ Why 2:17.

‘Manna yang tersembunyi’ adalah hak istimewa untuk mengetahui dan melakukan kehendak Dia yang mengutus kita. Sebagaimana kata Yesus, ‘Pada-Ku ada makanan yang tidak kamu kenal.’ Yoh 4:32. ‘Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.’ Yoh 4:34.

Batu putih yang kita terima adalah kapasitas untuk menyatakan kebajikan Kristus sebagai seorang anak Elohim yang unik! Kita dipanggil untuk menjadi batu-batu hidup yang dibangun di atas Kristus menurut pengudusan kita. Yesus Kristus adalah Batu Penjuru yang terpilih dan berharga. Saat kita dibangun di atas-Nya sebagai batu-batu hidup, terpilih, dan berharga, kita memancarkan karakter-karakter mulia, atau kecemerlangan, Dia yang memanggil kita keluar dari kegelapan dan masuk ke dalam terang-Nya yang ajaib. 1Ptr 2:9. 

Pembelajaran : 1 Petrus 2

Referensi :

Rm 16:17
Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!

Why 2:17
Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi; dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapapun, selain oleh yang menerimanya.

Yoh 4:32
Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Pada-Ku ada makanan yang tidak kamu kenal." Yoh 4:34 Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.

1Ptr 2:9
Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Elohim sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.

Berlangganan

Renungan Harian
Silahkan isi nama lengkap dan alamat email untuk mendapatkan renungan harian dalam bahasa indonesia.
 Renungan Bulan Ini
 Renungan Bulan Lalu