Memandang rendah rasa malu
Jumat, 24 Juli 2026
Ketika firman Elohim diproklamirkan kepada kita, dan kita merespons penginsafan Roh Kudus dengan berjalan dalam persekutuan dengan hati yang terbuka dengan saudara-saudara kita, kasih karunia untuk bertobat dari perbuatan-perbuatan jahat kita dan berjalan dalam jalan yang baru, ditemukan dalam persekutuan persembahan Kristus. Rasul Yohanes menyatakan, ‘Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.’ 1Yoh 1:7.
Kita tahu bahwa Yesus telah merintis jalan pertobatan dan ketaatan kita dalam perjalanan persembahan-Nya dari taman Getsemani sampai kayu salib. Selain itu, dalam perjalanan persembahan-Nya, Yesus Kristus telah mengalahkan rasa malu yang menyebabkan kita mundur kepada kegelapan proyeksi agamawi kita sendiri. Rasul Paulus menyatakan bahwa kita ‘melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan (terj. Bhs. Ing. ‘despising the shame’ artinya ‘memandang rendah rasa malu’) tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Elohim’. Ibr 12:2. Yesus tidak memandang rendah kenyataan bahwa Dia dihina karena dosa kita. Dia dengan rela menerima dan menanggung penghinaan salib demi sukacita untuk memulihkan kita sebagai anak-anak Elohim. Sebaliknya, Yesus memandang rendah rasa malu kebenaran diri kita yang menyebabkan kita menyembunyikan diri karena kita takut akan penghinaan.
Tuhan bersaksi tentang bagaimana Dia memandang rendah rasa malu kita, dengan berkata melalui nabi Yesaya, ‘Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai (terj. Bhs. Ing. ‘from shame’ artinya ‘dari rasa malu’) dan diludahi.’ Yes 50:6. Ini adalah poin yang luar biasa. Yesus telah mengalahkan rasa malu yang menyebabkan kita menyembunyikan wajah kita karena takut tersingkap dalam terang. Ini berarti bahwa ketika firman salib diproklamirkan kepada kita, ada kasih karunia bagi kita untuk juga dapat memandang rendah rasa malu kebenaran diri kita dan berjalan dalam terang persekutuan dengan saudara-saudara kita. Kita meninggalkan hal-hal tersembunyi dari rasa malu ketika kita dengan rela mengakui kesalahan kita satu sama lain. Yak 5:16.
Referensi :
Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.
Ibr 12:2
Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Elohim.
Yes 50:6
Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku, dan pipiku kepada orang-orang yang mencabut janggutku. Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi.
Yak 5:16
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.
