Komunikasi kita memerlukan restorasi

Sabtu, 14 Maret 2026

Pertimbangan utama bagi setiap pasangan adalah komunikasi mereka. Tuhan sendiri telah berjanji bahwa ‘siapa yang jujur jalannya (terj. Bhs. Ing. ‘to him who orders his conversation aright’ artinya ‘kepada dia yang mengatur percakapannya dengan benar’), keselamatan yang dari Elohim akan Kuperlihatkan kepadanya’. Mzm 50:23. Hal yang penting, kapasitas pasangan untuk mengatur percakapan mereka dalam persekutuan kekepalaan bergantung pada kelepasan mereka dari prinsip-prinsip kedagingan dalam hubungan mereka, dan restorasi perjanjian pernikahan mereka melalui suatu bagian dari Roh dari Bapa.

Titik awal bagi setiap pasangan adalah menyadari bahwa komunikasi mereka memerlukan restorasi. Komunikasi mereka, secara otomatis, bukanlah percakapan iman yang menjadi bagian dari persekutuan Yahweh. Tentu saja, ketidakcukupan komunikasi dalam beberapa pernikahan terlihat jelas karena kurangnya interaksi pribadi pasangan satu sama lain. Akan tetapi, tindakan dan frekuensi berbicara satu sama lain tidak menunjukkan efektivitas komunikasi mereka. Natur dan isi komunikasi merekalah yang menyatakan apakah komunikasi itu berdasarkan iman atau tidak.

Dalam hal ini, kita perhatikan bahwa banyak pasangan jarang berbicara satu sama lain tentang perjanjian pernikahan mereka sendiri dan reformasi mereka dalam terang firman. Mereka tidak saling bersaksi secara rohani, dan mereka juga tidak mampu mendengarkan satu sama lain. Sebaliknya, fokus komunikasi mereka adalah pada hal-hal praktis dan realistis yang berkaitan dengan rumah tangga, kekuatiran dunia ini, dan pengejaran kebutuhan dan keinginan mereka. Percakapan umum pasangan pemimpin yang belum memberikan diri mereka kepada proses reformasi pernikahan adalah mengomentari masalah-masalah dan hal-hal pastoral orang lain, dan ancaman yang mereka rasakan dari orang lain yang mereka kuatirkan tidak menerima mereka. Pasangan-pasangan ini tidaklah bijaksana dalam penilaian-penilaian dan dugaan-dugaan tersebut.

Pembelajaran : Maleakhi 3

Referensi :

Mzm 50:23
Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku; siapa yang jujur jalannya, keselamatan yang dari Elohim akan Kuperlihatkan kepadanya.

Berlangganan

Renungan Harian
Silahkan isi nama lengkap dan alamat email untuk mendapatkan renungan harian dalam bahasa indonesia.
 Renungan Bulan Ini
 Renungan Bulan Lalu