Firman iman

Rabu, 25 Februari 2026

Paulus menyebut injil yang diberitakan oleh para utusan Kristus kepada kita sebagai ‘firman iman’. Rm 10:8. Ketika kita menerima firman ini, firman itu berbicara untuk kebenaran menjadi ada di dalam kita. Firman ini kemudian menjadi ekspresi identitas dan hidup kita sebagai ciptaan baru. Itulah firman yang kemudian kita ucapkan dari mulut kita, menyatakan keadaan hati kita yang sebenarnya sebagai anak Elohim. Itulah pengakuan bahwa kita sekarang adalah anak Elohim! Ucapan kita juga merupakan pengakuan kesetiaan kita kepada Kristus sebagai Tuhan dan Raja, sebagai warga kerajaan-Nya. Itu adalah ekspresi ketaatan iman dan kerelaan kita untuk menaati perintah-perintah-Nya.

Iman yang kita terima melalui mendengar injil yang diberitakan kepada kita oleh para utusan Kristus memiliki kuasa untuk menggenapi kehendak Elohim dalam hidup kita, dan dalam hidup para pendengar kita. Iman ini memampukan kita untuk menggenapi pekerjaan kebenaran yang menjadi milik nama kita sebagai anak Elohim.

Firman yang diberitakan kepada kita adalah firman iman yang melahirkan kita kembali sebagai anak-anak Elohim. Firman itu masuk ke dalam hidup kita, pernikahan kita, dan keluarga kita, untuk meneguhkan kita dalam penentuan kita sejak semula sebagai bagian dari keluarga Elohim. Untuk mencapai tujuan ini, diperlukan kelepasan kita dari penghukuman. Penghukuman atau penghakiman ini, dinyatakan dalam kehidupan kita sebagai buah dari hidup dan berjalan menurut keinginan-keinginan kita sendiri saat kita berusaha memenuhi hawa nafsu daging kita.

Firman iman yang sekarang ada di mulut kita menghasilkan buah kebenaran dalam hidup kita, dalam hubungan-hubungan kita, dan dalam para pendengar kita. Inilah buah damai sejahtera. Firman itu melepaskan kita dari kecemasan kita saat kita menerima hidup yang berkelimpahan dari Kristus. Firman Tuhan dikirimkan kepada kita secara terus-menerus, sepanjang hidup dan perjalanan ziarah kita, selama kita hidup di bumi ini.

Pembelajaran : 2 Korintus 4

Referensi :

Rm 10:8
Tetapi apakah katanya? Ini: "Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu." Itulah firman iman, yang kami beritakan.

Berlangganan

Renungan Harian
Silahkan isi nama lengkap dan alamat email untuk mendapatkan renungan harian dalam bahasa indonesia.
 Renungan Bulan Ini
 Renungan Bulan Lalu