Karunia pertobatan
Rabu, 11 Maret 2026
Melalui firman salib, kita diundang untuk menerima buah dari pekerjaan Kristus yang sudah selesai sebagai suatu karunia/pemberian. Menyoroti bahwa pertobatan adalah karunia yang diberikan kepada kita dari pekerjaan Kristus yang sudah selesai, rasul Petrus menyatakan, ‘Elohim nenek moyang kita telah membangkitkan Yesus, yang kamu gantungkan pada kayu salib dan kamu bunuh. Dialah yang telah ditinggikan oleh Elohim sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima (terj. Bhs. Ing. ‘to give repentance to Israel and’ artinya ‘untuk memberikan pertobatan kepada Israel dan’) pengampunan dosa.’ Kis 5:30-31.
Menerapkan prinsip ini, rasul Paulus menulis, ‘Sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat (terj. Bhs. Ing. ‘if God perhaps will grant them repentance’ artinya ‘jika mungkin Elohim akan menganugerahkan pertobatan kepada mereka’)’. 2Tim 2:24-25. Banyak ayat lain juga menjelaskan pertobatan sebagai karunia. Karunia ini diterima ketika kita bersatu dengan persekutuan sakit bersalin Kristus yang melaluinya Dia menyelesaikan penebusan kita, menggenapi pertobatan kita, dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan kebenaran kita sebagai anak-anak Elohim.
Yesus mengarahkan orang-orang yang ingin menjadi murid-murid-Nya untuk memikul salib mereka dan mengikuti Dia. Mat 16:24. Dia mengatakan bahwa kita harus merespons penyalahgunaan Hukum terhadap kita dengan cara yang sama seperti yang Dia lakukan, termasuk dalam konteks konflik dalam pernikahan kita.
Saat kita mempertimbangkan prinsip ini, kita melihat bahwa Ayub diminta oleh Kristus untuk memberikan respons yang sama ketika Kristus menyatukan dia dengan penderitaan-Nya sendiri sejak sebelum dunia diciptakan. Sama seperti Bapa didorong untuk menundukkan Anak-Nya kepada kekerasan yang diekspresikan melalui penyalahgunaan Hukum oleh hukum lain manusia, Anak didorong untuk menundukkan Ayub kepada penganiayaan dari si pendakwa, Iblis. Ayb 2:3. Ayub diminta untuk memikul salibnya dan mengikuti Kristus, dan ‘memberikan pipi yang sebelah’. Dia harus melepaskan pembenaran diri dan kemarahannya dan merespons di mana, dan ketika, Kristus menderita bagi dia sebelum penciptaan.
Referensi :
30 Elohim nenek moyang kita telah membangkitkan Yesus, yang kamu gantungkan pada kayu salib dan kamu bunuh. 31 Dialah yang telah ditinggikan oleh Elohim sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa.
2Tim 2:24-25
24 sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar 25 dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran.
Mat 16:24
Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.
Ayb 2:3
Firman TUHAN kepada Iblis: "Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Elohim dan menjauhi kejahatan. Ia tetap tekun dalam kesalehannya, meskipun engkau telah membujuk Aku melawan dia untuk mencelakakannya tanpa alasan."
