Kesalahan Bileam

Senin, 13 Juli 2026

Ketika Balak pertama kali mengutus para utusan ke Bileam, memintanya untuk mengutuk Israel, Elohim dengan tegas berfirman kepadanya, ‘Janganlah engkau pergi bersama-sama dengan mereka, janganlah engkau mengutuk bangsa itu, sebab mereka telah diberkati.’ Bil 22:12. Balak kemudian mengutus lebih banyak lagi para pemuka yang terhormat untuk memohon kepada Bileam agar mengutuk bangsa itu, dengan menjanjikan kepadanya kekayaan yang melimpah dan akan menuruti apa pun yang dikatakannya. Bileam menjawab, ‘Aku tidak akan sanggup berbuat sesuatu yang melanggar titah TUHAN, Elohimku.’ Akan tetapi, Elohim telah berfirman, ‘Janganlah engkau pergi.’ Bileam mengundang mereka untuk tinggal bersamanya sambil menunggu apakah ada firman lain.

Meskipun Bileam tahu apa yang telah dikatakan Elohim, dia berharap ada firman lain karena dia menginginkan kekayaan dan kehormatan yang ditawarkan oleh Balak dan para pemuka yang terhormat itu. Keinginan ini menyingkapkan berhala di dalam hatinya. Hal penting untuk diperhatikan, Elohim mulai berbicara kepadanya melalui berhalanya itu, dengan berkata, ‘Jikalau orang-orang itu memang sudah datang untuk memanggil engkau, bangunlah, pergilah bersama-sama dengan mereka, tetapi hanya apa yang akan Kufirmankan kepadamu harus kaulakukan.’ Bil 22:20.

Elohim masih berbicara kepada Bileam, dan dia sedang melaksanakan karunia kenabiannya; akan tetapi, hal itu kini justru menjadi penyebab kehancurannya karena ketersandungannya. Kita mengetahui hal ini karena Kitab Suci berkata, ‘Tetapi bangkitlah murka Elohim ketika ia pergi, dan berdirilah Malaikat TUHAN di jalan sebagai lawannya. … berdiri di jalan, dengan pedang terhunus di tangan-Nya.’ Bil 22:22-23.

Ajaran Bileam adalah bagi orang-orang yang memiliki karunia, yang mereka sendiri tersandung pada firman Kristus, yang adalah pedang bermata dua yang keluar dari mulut-Nya melalui pelayanan presbiteri di tangan kanan-Nya. Why 2:12. Orang-orang ini mungkin tersandung karena keinginan mereka akan keuntungan atau untuk mempertahankan profil pelayanan; atau karena ketidakpuasan terhadap arahan firman dalam presbiteri; atau karena ketersinggungan dalam berelasi. Firman yang mereka sampaikan mungkin benar, tetapi itu bukanlah firman yang mengalir keluar dari persekutuan presbiteri berdasarkan pengakuan dan kesaksian. Itu adalah firman dari pengertian mereka sendiri mengenai pelayanan atau tujuan mereka.

Pembelajaran : Bilangan 22

Referensi :

Bil 22:12
Lalu berfirmanlah Elohim kepada Bileam: "Janganlah engkau pergi bersama-sama dengan mereka, janganlah engkau mengutuk bangsa itu, sebab mereka telah diberkati."

Bil 22:20
Datanglah Elohim kepada Bileam pada waktu malam serta berfirman kepadanya: "Jikalau orang-orang itu memang sudah datang untuk memanggil engkau, bangunlah, pergilah bersama-sama dengan mereka, tetapi hanya apa yang akan Kufirmankan kepadamu harus kaulakukan."

Bil 22:22-23
22 Tetapi bangkitlah murka Elohim ketika ia pergi, dan berdirilah Malaikat TUHAN di jalan sebagai lawannya. Bileam mengendarai keledainya yang betina dan dua orang bujangnya ada bersama-sama dengan dia. 23 Ketika keledai itu melihat Malaikat TUHAN berdiri di jalan, dengan pedang terhunus di tangan-Nya, menyimpanglah keledai itu dari jalan dan masuk ke ladang. Maka Bileam memukul keledai itu untuk memalingkannya kembali ke jalan.

Why 2:12
Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Pergamus: Inilah firman Dia, yang memakai pedang yang tajam dan bermata dua:

Berlangganan

Renungan Harian
Silahkan isi nama lengkap dan alamat email untuk mendapatkan renungan harian dalam bahasa indonesia.
 Renungan Bulan Ini
 Renungan Bulan Lalu