Bara api di atas kepala
Senin, 22 Juni 2026
Dengan setia menyampaikan berita yang telah diberikan kepadanya untuk diproklamirkan sebagai penjaga, rasul Paulus terbebas dari pertanggungjawaban atas ‘darah’ para pendengarnya. Akan tetapi, mereka berada di bawah penghakiman berapi-api dari firman yang telah dia sampaikan. Dalam hal ini, ‘bara api’ ditumpuk di atas kepala mereka ketika dia memberi mereka makanan dan minuman rohani yang berasal dari sorga. Paulus menjelaskan hal ini kepada orang-orang Kristen di Roma, demikian, ‘Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Elohim, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan. Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya.’ Rm 12:19-20.
Penumpukan bara api di atas kepala seseorang, yang menolak firman kebenaran masa kini yang diproklamirkan oleh seorang penjaga, menyoroti bahwa pemberontakan mereka berkaitan dengan aturan kekepalaan. Oleh karena itu, kita perhatikan bahwa menerima firman yang melayani hidup dan penyembuhan kepada pendengar membutuhkan pengakuan mereka atas otoritas yang dimiliki oleh aturan kekepalaan.
Hal ini ditunjukkan oleh seorang perwira yang memohon kepada Yesus sehubungan dengan penyembuhan hambanya. Dia berkata kepada Kristus, ‘Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.’ Mat 8:8-9. Jelas dari pernyataan laki-laki ini bahwa dia sebelumnya telah mendengar Kristus berbicara, dan mengenali bahwa Yesus adalah Raja yang datang untuk menyatakan Bapa. Melalui firman yang diproklamirkan oleh Kristus sang Raja, perwira itu telah menerima iman, yang sekarang dia kerjakan dalam interaksi ini.
Referensi :
19 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Elohim, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan. 20 Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya.
Mat 8:8-9
8 Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: "Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. 9 Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya."
