Keengganan untuk bertanya

Senin, 16 Maret 2026

Kelemahan komunikasi yang mendasar dalam kebanyakan pernikahan adalah keengganan pasangan, terutama istri, untuk bertanya atau mengajukan permintaan sehubungan dengan suatu kebutuhan. Bukannya bertanya/meminta, seorang perempuan akan memberikan isyarat atau berkomentar sehubungan dengan suatu hal dengan ekspektasi bahwa suaminya akan menyadari kebutuhan tersebut dan merespons dengan perhatian yang semestinya. Keengganan untuk bertanya/meminta kepada suaminya merupakan implikasi dari ekspektasi-ekspektasi romantis yang terkait dengan perjanjian pernikahan yang berpusat pada diri sendiri. Keinginannya adalah agar suaminya menyadari kebutuhannya atau kebutuhan rumah, dan bertindak semestinya. Dia memandang hal ini sebagai ukuran kasih suaminya kepadanya dan integritas hubungan mereka. Kegagalan suaminya untuk bertindak, atau kebutuhan untuk bertanya, disebabkan karena fokus suaminya berada di tempat lain, yang memicu respons cemburu.

Ilustrasi utama dari dinamika ini dalam pernikahan ditunjukkan oleh ‘pernikahan’ Kristus dengan bangsa Israel, setelah mereka keluar dari Mesir. Stefanus menggambarkan bangsa Israel sebagai ‘sidang jemaah (gereja) di padang gurun’, dan para nabi mengidentifikasi mereka sebagai istri yang berzinah. Kis 7:38. Amo 3:1-3. Hos 2:1. Kita tahu bahwa selama perjalanan mereka dari Mesir ke tanah perjanjian, bangsa Israel terus-menerus bersungut-sungut dan mengeluh. Akan tetapi, tidak ada catatan tentang permintaan yang diajukan kepada Elohim sehubungan dengan kebutuhan mereka. Kita melihat bahwa petunjuk dan saran, yang diajukan sebagai alternatif dari meminta, merupakan bentuk dari keluhan dan ketidakpuasan.

Yakobus, saudara Yesus, mencatat prinsip ini, demikian, ‘Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu [termasuk dalam pernikahanmu]? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu? … Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa. Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa (terj. Bhs. Ing. ‘You do not have because you do not ask. You ask and do not receive, because you ask amiss’ artinya ‘Kamu tidak mendapatkannya karena kamu tidak memintanya. Kamu memintanya tetapi tidak menerimanya, karena kamu memintanya dengan keliru’), sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.’  Yak 4:1-3. Tentu saja, pernyataan Yakobus menunjukkan bahwa ada orang yang memang meminta kepada orang lain dan kepada Tuhan, tetapi dasar dari permintaan-permintaan tersebut adalah keinginan daging.

Pembelajaran : Yakobus 1

Referensi :

Kis 7:38
Musa inilah yang menjadi pengantara dalam sidang jemaah di padang gurun di antara malaikat yang berfirman kepadanya di gunung Sinai dan nenek moyang kita; dan dialah yang menerima firman-firman yang hidup untuk menyampaikannya kepada kamu.

Amo 3:1-3
1 Dengarlah firman ini, yang diucapkan TUHAN tentang kamu, hai orang Israel, tentang segenap kaum yang telah Kutuntun keluar dari tanah Mesir, bunyinya: 2 "Hanya kamu yang Kukenal dari segala kaum di muka bumi, sebab itu Aku akan menghukum kamu karena segala kesalahanmu. 3 Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji?

Hos 2:1
Adukanlah ibumu, adukanlah, sebab dia bukan isteri-Ku, dan Aku ini bukan suaminya; biarlah dijauhkannya sundalnya dari mukanya, dan zinahnya dari antara buah dadanya.

Yak 4:1-3
1 Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu? 2 Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa. 3 Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.

Berlangganan

Renungan Harian
Silahkan isi nama lengkap dan alamat email untuk mendapatkan renungan harian dalam bahasa indonesia.
 Renungan Bulan Ini
 Renungan Bulan Lalu