Yang satu menyatakan yang lain

Jumat, 2 Oktober 2026

Jalan yang lebih mulia adalah persekutuan persembahan di mana yang satu menyatakan yang lain. Kita dengan jelas melihat prinsip yang satu menyatakan yang lain ini ketika kita mempertimbangkan perjalanan persembahan Yesus, sebagai Anak Manusia, dari taman Getsemani hingga salib. Dalam perjalanan ini, Bapa secara progresif memuliakan Yesus, sebagai Anak Manusia, dengan kemuliaan hakiki-Nya sendiri sebagai Yahweh Anak. Yoh 12:23. Fokus Bapa adalah menyatakan nama Yahweh Anak. Pada saat yang sama, fokus Anak, saat Ia mempersembahkan diri-Nya kepada Bapa, dengan tujuan membawa banyak anak ke dalam kemuliaan, adalah menyatakan nama Bapa. Yoh 12:28.

Sebagai anak-anak Elohim, yang telah dilahirkan oleh Roh, Yesus mengibaratkan kita sebagai ‘ranting-ranting’ yang terhubung kepada-Nya sebagai Akar Pokok Anggur. Yoh 15:1. Ia berkata, ‘Di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.’ Yoh 15:5. Ketika kita melakukan pekerjaan-pekerjaan hidup kita sebagai anak setiap hari, kita sedang menyatakan Kristus karena Dialah yang telah mempelajari ketaatan kita dan telah menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan kita. Kita tidak menyatakan diri kita sendiri. Namun, saat kita menyatakan Kristus, nama kita pun terlihat karena pekerjaan-pekerjaan hidup kita sebagai anak adalah milik nama kita. Lebih jauh lagi, pekerjaan-pekerjaan hidup kita sebagai anak itu menyatakan nama dan kemuliaan Bapa. Yesus berkata, ‘Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.’ Yoh 15:8.    

Teologi penginjilan berusaha memanfaatkan kemurahan Bapa dengan membatasinya pada pengampunan dari hukuman Hukum Taurat, tanpa menyadari bahwa kemurahan-Nya memulihkan kita kepada penentuan kita dari semula sebagai anak-anak Elohim. Kemurahan Elohim telah menganugerahkan kepada kita partisipasi dalam persekutuan persembahan dan penderitaan Kristus. Hidup kebangkitan Kristus, yang kita terima dalam tubuh fana kita, memampukan kita untuk mempersembahkan diri kepada Elohim sebagai ‘korban yang hidup’ setiap hari. Rm 12:1. Dalam persekutuan salib, kita diberi partisipasi dalam sunat Kristus, ganjaran Kristus, dan sakit bersalin Kristus yang melahirkan kodrat ilahi di dalam diri kita.

Pembelajaran : Roma 12

Referensi :

Yoh 12:23
Tetapi Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan.

Yoh 12:28
Bapa, muliakanlah nama-Mu!" Maka terdengarlah suara dari sorga: "Aku telah memuliakan-Nya, dan Aku akan memuliakan-Nya lagi!"

Yoh 15:1
Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.

Yoh 15:5
Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa

Yoh 15:8
Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."

Rm 12:1
Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Elohim aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Elohim: itu adalah ibadahmu yang sejati.

Berlangganan

Renungan Harian
Silahkan isi nama lengkap dan alamat email untuk mendapatkan renungan harian dalam bahasa indonesia.
 Renungan Bulan Ini
 Renungan Bulan Lalu