Sunat dan ganjaran
Rabu, 30 September 2026
Kelemahan daging manusiawi mendasar kita adalah bahwa kita mengira kita memahami motif-motif kita. Akan tetapi, kita tidak dapat melihat motivasi-motivasi duniawi/daging yang bersemayam di dalam hati kita sampai hal-hal itu diungkapkan kepada kita melalui iluminasi dan penginsafan Roh Kudus.
Ketika firman kebenaran masa kini diberitakan kepada kita, iluminasi dan penginsafan dari Roh Kuduslah yang memampukan kita untuk berbalik dan melihat Kristus mata dengan mata. Kita ingat bahwa Petrus bertemu Kristus mata dengan mata di pelataran Kayafas setelah Dia diremukkan karena kejahatan kita. Ketika Petrus bertemu Kristus dengan cara ini, dia dilepaskan dari semangat fanatisme agamawinya. Dia mulai meratap dengan dukacita ilahi yang membawa kepada pertobatan. Hal ini menghasilkan jenis semangat yang baru dalam hidupnya sebagai murid Kristus, yang merupakan buah dari pertobatannya.
Motivasi-motivasi duniawi/daging kita terus disunat dari hati kita dalam persekutuan tujuh peristiwa luka Kristus selama ziarah kita di bumi ini. Jalan salib disebut sebagai ‘sunat Kristus’. Kol 2:11.
Selain sunat Kristus, kita juga memiliki partisipasi dalam ganjaran Kristus. Berbeda dengan sunat Kristus yang berfokus pada penyingkiran daging, ganjaran Kristus berfokus pada ciptaan baru. Ganjaran Bapa dalam hidup kita berfokus pada kedewasaan dan pengudusan kita sebagai anak-anak Elohim.
Dalam suratnya kepada jemaat Ibrani, rasul Paulus membandingkan ganjaran seorang ayah terhadap anaknya dengan ganjaran Elohim Bapa terhadap anak-anak-Nya. Dia berkata, ‘Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup? Sebab mereka [ayah manusia] mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia [Elohim Bapa] menghajar kita untuk kebaikan kita [sebagai anak-anak Elohim], supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya.’ Ibr 12:9-10.
Referensi :
Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa.
Ibr 12:9-10
9 Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup? 10 Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya.
