Pelayan-pelayan Perjanjian Baru

Jumat, 17 Juli 2026

Rasul Paulus menggambarkan Perjanjian Baru sebagai ‘pelayanan Roh’ dan ‘pelayanan kebenaran’. Setelah Yesus Kristus dibangkitkan dari kematian dalam tubuh rohani-Nya, manusia dapat menerima Roh Kudus ke dalam roh mereka, dan dilahirkan kembali dari benih yang tidak terkorupsi dari kodrat ilahi sebagai anak Elohim. Yoh 20:22. Rm 8:15. 1Ptr 1:23. Selain itu, sebagai anak Elohim yang dipimpin oleh Roh Kudus di jalan yang telah dirintis Kristus bagi mereka, kasih karunia hidup kebangkitan Kristus memampukan mereka untuk menggenapi pekerjaan-pekerjaan hidup mereka sebagai anak setiap hari. Kebenaran Elohim dinyatakan dalam hidup mereka, dari iman kepada iman, saat mereka secara progresif melakukan pekerjaan-pekerjaan yang telah Kristus selesaikan bagi mereka pada perjalanan persembahan-Nya dari taman Getsemani sampai salib.

Kuasa ketujuh Roh Elohim, yang dilayani kepada kita melalui Roh Kudus, yang membangkitkan kita dari kematian bersama Kristus, memampukan kita untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan hidup kita sebagai anak setiap hari. Hal penting untuk diperhatikan, kuasa yang sama inilah yang memampukan kita untuk menjadi pelayan Perjanjian Baru. Mengacu kepada kuasa ketujuh Roh Elohim, rasul Paulus bersukacita dan berkata, ‘Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Elohim. Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan.’ 2Kor 3:5-6. Pelayanan ketujuh Roh Elohim, oleh Roh Kudus-lah, yang memultiplikasi hidup Elohim.

Pembelajaran : 2 Korintus 3

Referensi :

Yoh 20:22
Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus.

Rm 8:15
Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Elohim. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"

1Ptr 1:23
Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Elohim, yang hidup dan yang kekal.

2Kor 3:5-6
5 Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Elohim. 6 Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan.

Berlangganan

Renungan Harian
Silahkan isi nama lengkap dan alamat email untuk mendapatkan renungan harian dalam bahasa indonesia.
 Renungan Bulan Ini
 Renungan Bulan Lalu