Langkah-langkah Kristus
Jumat, 5 Juni 2026
Menggambarkan implikasi-implikasi dari partisipasi kita dalam persembahan Kristus, rasul Petrus menulis, ‘Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya (langkah-langkah-Nya). Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya. Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia [Bapa], yang menghakimi dengan adil. Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.’ 1Ptr 2:21-24. Persekutuan bilur-bilur ini dimulai di rumah Kayafas. Di sinilah Yesus memberikan pipi-Nya yang lain ketika Dia diremukkan karena kejahatan kita, dan di sinilah Petrus menemukan kelepasan dari semangat fanatiknya.
Penting untuk diperhatikan bahwa Petrus mengarahkan kita untuk mengikuti langkah-langkah Kristus yang merintis jalan keselamatan kita. Inilah cara kita menerima manfaat dari penebusan yang Kristus genapi bagi umat manusia ketika Dia memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita. Artinya, kita harus berpartisipasi dalam tujuh peristiwa penebusan dari perjalanan persembahan dan penderitaan Kristus dengan berjalan bersama-Nya, oleh kapasitas Roh, di jalan keselamatan yang Dia rintis bagi kita.
Dengan mengaplikasikan prinsip ini, Petrus menjelaskan bahwa ketika Kristus dicaci maki, Dia tidak membalas dengan mencaci maki. Ketika Dia menderita, dia tidak mengancam, melainkan menyerahkan diri-Nya kepada Bapa yang menghakimi dengan benar. Demikian pula, ini juga harus menjadi cara seorang suami yang percaya berelasi dalam pernikahannya dan dalam rumahnya ketika dia ‘menadahkan tangan yang suci, tanpa marah (atau tanpa mencaci maki dan mengancam) dan tanpa perselisihan (terj. Bhs. Ing. ‘doubting’ artinya ‘keraguan’)’. 1Tim 2:8. Ini juga harus menjadi cara seorang istri yang percaya berelasi dalam pernikahannya dan rumahnya sehingga, sekalipun suaminya tidak taat kepada firman, dia, tanpa perkataan (atau, tanpa mencaci maki atau mengancam) dapat dimenangkan oleh perilaku murni istrinya. 1Ptr 3:1.
Referensi :
21 Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya. 22 Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya. 23 Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil. 24 Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.
1Tim 2:8
Oleh karena itu aku ingin, supaya di mana-mana orang laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan.
1Ptr 3:1
Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya,
