Tuhan dan Raja kita
Rabu, 11 Februari 2026
Setiap orang harus secara pribadi bertemu dan mengakui Kristus sebagai Tuhan dan Raja. Tanda dari bertemu dan mengenal Dia dengan cara ini adalah belajar takut akan Tuhan. Kita belajar dan menunjukkan takut akan Tuhan dengan menerima dan menaati perintah-perintah Kristus yang diproklamirkan oleh para utusan-Nya.
Firman Raja-lah yang menghasilkan, atau melahirkan, iman-Nya di dalam kita. Jelaslah, menerima dan merespons kemarahan dan keagungan Kristus merupakan hal mendasar untuk benar-benar percaya melampaui ekspektasi-ekspektasi kita sendiri tentang Dia dan kehidupan Kekristenan. Iman, yang memampukan kita untuk percaya, ditunjukkan melalui ketaatan dalam persekutuan persembahan dan penderitaan Kristus. Inilah pekerjaan-pekerjaan iman. Yakobus, saudara Yesus, menekankan pentingnya pekerjaan-pekerjaan ini, dengan berkata, ‘Aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku (terj. Bhs. Ing. ‘by my works’ artinya ‘melalui pekerjaan-pekerjaanku’)’, dan ‘iman tanpa perbuatan (terj. Bhs. Ing. ‘works’ artinya ‘pekerjaan-pekerjaan’) adalah iman yang kosong (terj. Bhs. Ing. ‘dead’ artinya ‘mati’)’. Yak 2:18,20.
Pekerjaan-pekerjaan iman adalah pekerjaan-pekerjaan yang Kristus sudah selesaikan bagi kita. Dia melakukan pekerjaan-pekerjaan ini oleh iman sebagai Raja di kayu salib. Saat kita bertemu dengan Dia sebagai Raja, dan mengakui bahwa kita disalibkan bersama dengan Dia, kita menerima hidup dan iman-Nya untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang Dia sudah selesaikan bagi kita. Gal 2:20. Inilah arti menjadi budak kebenaran. Rm 6:16,18. Kita mulai menambahkan kebajikan pada iman kita, ‘kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara (terj. Bhs. Ing. ‘brotherly kindness’ artinya ‘kebaikan sebagai saudara’), dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang (terj. Bhs. Ing. ‘brotherly kindness love’ artinya ‘kebaikan kasih sebagai saudara’)’. 2Ptr 1:5-7. Ini menunjukkan bahwa kita menerima kuasa atau kekuatan El Shaddai untuk berjalan dengan tak bercela.
Yesus berkata bahwa jika kita hidup dengan tak bercela sebagai budak kebenaran, Dia tidak lagi menyebut kita budak tetapi sahabat. Secara spesifik, Dia berkata, ‘Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.’ Yoh 15:15.
Referensi :
18 Tetapi mungkin ada orang berkata: "Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan", aku akan menjawab dia: "Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku." 20 Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong?
Gal 2:20
Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Elohim yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.
Rm 6:16,18
16 Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya, kamu adalah hamba orang itu, yang harus kamu taati, baik dalam dosa yang memimpin kamu kepada kematian, maupun dalam ketaatan yang memimpin kamu kepada kebenaran? 18 Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.
2Ptr 1:5-7
5 Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, 6 dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, 7 dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.
Yoh 15:15
Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.
