Percakapan iman

Rabu, 1 April 2026

Dalam percakapan iman yang merupakan bagian dari persekutuan di dalam Kristus, kita dengan rajin merenungkan firman dan aplikasinya dalam kehidupan kita; dan kita saling mendorong agar setiap orang dalam komunitas kita – baik dalam pernikahan kita, rumah kita, maupun dalam jaringan rumah-rumah lokal tempat kita berada – dapat menerima kasih karunia Elohim.

Oleh kasih karunia ini, anak-anak dalam keluarga-keluarga kita dapat bertumbuh dalam persekutuan yang sama di mana kita diteguhkan. Persekutuan ini diperlukan agar anak-anak yang telah lahir dengan kodrat ilahi dapat bertumbuh dan menjadi dewasa sebagai anak-anak Elohim. Oleh kasih karunia, mereka dapat menghasilkan buah iman yang merupakan bagian dari persekutuan Roh, dan mereka tidak dibatasi oleh budaya-budaya turun-temurun yang penuh duri yang berkembang dalam rumah tangga yang independen. Orang-orang yang menerima injil, dapat menjadi dewasa melalui pertobatan dan iman saat mereka mengarahkan kembali prioritas-prioritas hidup mereka sehingga kerajaan Elohim menjadi fokus mereka.

Bukti bahwa kita menerima injil kerajaan, dan bahwa kita mengenal Bapa, Anak, dan Roh Kudus, adalah fokus kita pada pernikahan, rumah kita, dan hubungan kita dengan tubuh Kristus. Kita mampu menemukan koneksi yang tepat dan terbuka satu sama lain dalam lingkungan relasional ini karena kita datang kepada Kristus untuk dibangun bersama di atas Dia melalui ketaatan kepada firman-Nya. 1Ptr 2:4,7.

Motivasi kita untuk terhubung dan terlibat secara relasi dalam pernikahan, keluarga, dan gereja kita bukanlah kebutuhan tanpa akhir untuk dilayani atau diteguhkan. Hubungan kita tidak bersifat menguasai, dikontrol atau mengontrol. Sebaliknya, setiap orang mampu bertemu dalam Roh dan kebenaran, dan tidak pernah berusaha untuk menaklukkan orang lain untuk memuaskan keinginan-keinginan hawa nafsu mereka sendiri.

Pembelajaran : 1 Petrus 1

Referensi :

1Ptr 2:4,7
4 Dan datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Elohim.
7 Karena itu bagi kamu, yang percaya, ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya: "Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru, juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan."

Berlangganan

Renungan Harian
Silahkan isi nama lengkap dan alamat email untuk mendapatkan renungan harian dalam bahasa indonesia.
 Renungan Bulan Ini
 Renungan Bulan Lalu