Mempersembahkan diri kita untuk pemuridan

Senin, 5 Oktober 2026

Bagaimana kita berjalan sebagai peziarah-peziarah di jalan yang lebih mulia? Kita mempersembahkan diri kepada Elohim sebagai korban yang hidup setiap hari agar kita dapat membuktikan apa yang merupakan ‘kehendak Elohim yang baik, berkenan [menyenangkan], dan sempurna’. Rm 12:2. Hanya dengan terus mempersembahkan diri untuk persekutuan, yang merupakan persembahan kita kepada Elohim, kita dapat terus berjalan di jalan, dari yang baik, menuju yang lebih baik, hingga yang terbaik. Inilah satu-satunya cara agar hal itu dapat tercapai! Di setiap titik dalam perjalanan ini, kita perlu terus memilih jalan yang lebih baik, atau yang lebih mulia, sehingga kita terus berjalan dalam terang firman kebenaran masa kini menuju yang terbaik. Yang terbaik adalah kehendak Elohim yang sempurna.

Kitab Amsal menggambarkan ziarah di jalan yang lebih mulia dengan menjelaskan bagaimana kita menerima pengetahuan, mempelajari hikmat, dan kemudian menemukan pengertian. Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan. Ams 1:7. Kitab Amsal menggambarkan orang bodoh yang menghina firman Tuhan, namun mereka berani mencari Tuhan ketika berada dalam krisis. Tuhan berfirman, ‘Pada waktu itu mereka akan berseru kepadaku, tetapi tidak akan kujawab, mereka akan bertekun mencari aku, tetapi tidak akan menemukan aku. Oleh karena mereka benci kepada pengetahuan dan tidak memilih takut akan Tuhan.’ Ams 1:28-29.

Pengetahuan adalah hasil dari memilih takut akan Tuhan. Kita menunjukkan bahwa kita telah menerima pengetahuan ketika kita berhenti berusaha menjadi sumber dari nama dan pekerjaan kita sendiri. Kita mengakui kedaulatan Elohim sehubungan dengan identitas dan hidup kita sebagai anak. Ketika kita memiliki pengetahuan ini, kita akan mempersembahkan diri untuk pemuridan oleh presbiteri agar kita menerima instruksi sehubungan dengan pengudusan kita. Instruksi yang kita terima mengenai pengudusan kita adalah hikmat dari atas. Itulah ‘instruksi hikmat’. Ams 1:3.

Pembelajaran : Amsal 1

Referensi :

Rm 12:2
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Elohim: apa yang baik, yang berkenan kepada Elohim dan yang sempurna.

Ams 1:7
Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.

Ams 1:28-29
28 Pada waktu itu mereka akan berseru kepadaku, tetapi tidak akan kujawab, mereka akan bertekun mencari aku, tetapi tidak akan menemukan aku. 29 Oleh karena mereka benci kepada pengetahuan dan tidak memilih takut akan TUHAN.

Ams 1:3
Untuk menerima didikan yang menjadikan pandai, serta kebenaran, keadilan dan kejujuran.

Berlangganan

Renungan Harian
Silahkan isi nama lengkap dan alamat email untuk mendapatkan renungan harian dalam bahasa indonesia.
 Renungan Bulan Ini
 Renungan Bulan Lalu