Kita meninggalkan hal-hal tersembunyi dari rasa malu
Kamis, 23 Juli 2026
Rasul Paulus melanjutkan untuk menggambarkan pelayanan kita dengan mengatakan bahwa ‘Kami menolak (meninggalkan) segala perbuatan tersembunyi yang memalukan’. 2Kor 4:2. Kita harus dilepaskan dari rasa malu kebenaran diri kita sebelum kita mampu menjadi pelayan Perjanjian Baru. Wajar untuk merasa malu atas dosa kita ketika itu adalah hasil dari penginsafan Roh Kudus yang membuat kita memandang Yesus Kristus yang telah kita tikam. Akan tetapi, ada bentuk lain dari rasa malu yang hanya merupakan manifestasi dari penghakiman/penilaian kita sendiri atas diri kita. Itu menjadi rasa takut untuk tersingkap yang memotivasi kita untuk menyembunyikan dosa kita dengan mempertahankan proyeksi yang telah kita ciptakan untuk diri kita sendiri. Jika dosa kita tersingkap, rasa malu yang sama itulah yang memotivasi kita untuk memulihkan proyeksi kita melalui tindakan penitensi dari kebenaran diri.
Sebelum Kejatuhan di taman Eden, Adam dan istrinya tidak mengenal rasa malu dalam bentuk apa pun. Mereka berjalan dalam terang persekutuan dengan Tuhan di pohon kehidupan setiap hari. Akan tetapi, segera setelah mereka menukar kebenaran Elohim dengan dusta Iblis, dan memakan buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, mereka menjadi sangat malu atas tindakan mereka dan kondisi manusia kejatuhan mereka. Bukannya mencari persekutuan dengan Tuhan, rasa malu mereka memotivasi mereka untuk membuat cawat/penutup bagi diri mereka sendiri dengan daun ara. Kita dapat menyamakan daun ara dengan proyeksi-proyeksi yang kita buat untuk diri kita sendiri. Selain itu, ketika mereka mendengar suara Tuhan memanggil mereka untuk persekutuan, mereka mencoba menyembunyikan diri dari hadirat Tuhan di antara pepohonan di taman.
Yesus menggambarkan motivasi rasa malu yang menyebabkan kita mempertahankan proyeksi dan menyembunyikan diri dari persekutuan, dengan berkata, ‘Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.’ Yoh 3:19. Rasa malu kebenaran diri yang menyebabkan kita mengasihi kegelapan daripada terang merupakan masalah yang lebih besar daripada perbuatan jahat kita.
Referensi :
Tetapi kami menolak segala perbuatan tersembunyi yang memalukan; kami tidak berlaku licik dan tidak memalsukan firman Elohim. Sebaliknya kami menyatakan kebenaran dan dengan demikian kami menyerahkan diri kami untuk dipertimbangkan oleh semua orang di hadapan Elohim.
Yoh 3:19
Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.
