Keberanian untuk berbicara
Senin, 21 September 2026
Dalam suratnya yang kedua kepada jemaat Korintus, rasul Paulus bersukacita dalam pengharapan akan kemuliaan yang kita miliki sebagai anak-anak Elohim. Dia menyatakan, ‘Karena kami mempunyai pengharapan yang demikian, maka kami bertindak dengan penuh keberanian (terj. Bhs. Ing. ‘use great boldness of speech’ artinya ‘menggunakan keberanian besar untuk berbicara’).’ 2Kor 3:12. Ketika kita telah dilepaskan dari takut melalui menerima iman Anak Elohim, kita memiliki keberanian untuk berbicara dan memiliki keyakinan di hari pengujian, karena kita telah diteguhkan dalam takut akan Tuhan.
Kita telah menerima firman Tuhan yang berkata kepada Israel sejati milik Elohim, ‘Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku. Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau.’ Yes 43:1-2. Kita menyadari bahwa inilah api yang di dalam-Nya iman kita, yang jauh lebih berharga daripada emas, dimurnikan dan dibuktikan di dalam kita, sebagaimana iman itu terbukti di dalam bapa kita, Abraham. 1Ptr 1:7.
Sebagaimana iman memampukan persekutuan kita dengan Kristus dalam persembahan dan penderitaan-Nya, iman itu juga dinyatakan melalui cara kita bercakap-cakap dan bersikap dalam persekutuan presbiteri, yang persekutuannya adalah dengan Bapa dan Anak. 1Yoh 1:1-3. Untuk menggambarkan persekutuan iman ini, dalam pengharapan yang sangat besar akan Perjanjian Baru, nabi Maleakhi mencatat respons orang-orang yang menerima firman Tuhan yang tajam dan mempolarisasi. Dia menulis, ‘Beginilah berbicara satu sama lain orang-orang yang takut akan TUHAN: "TUHAN memperhatikan dan mendengarnya; sebuah kitab peringatan ditulis di hadapan-Nya bagi orang-orang yang takut akan TUHAN dan bagi orang-orang yang menghormati (terj. Bhs. Ing. ‘meditate on [lit: are weaved, or interpenetrated, into]’ artinya ‘merenungkan [arti harfiah: dijalin atau disatukan ke dalam’) nama-Nya’ Mal 3:16.
Referensi :
Karena kami mempunyai pengharapan yang demikian, maka kami bertindak dengan penuh keberanian.
Yes 43:1-2
1 Tetapi sekarang, beginilah firman TUHAN yang menciptakan engkau, hai Yakub, yang membentuk engkau, hai Israel: "Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku. 2 Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau.
1Ptr 1:7
Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu--yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api--sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.
1Yoh 1:1-3
1 Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup--itulah yang kami tuliskan kepada kamu. 2 Hidup itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan sekarang kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kami. 3 Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamupun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus.
Mal 3:16
Beginilah berbicara satu sama lain orang-orang yang takut akan TUHAN: "TUHAN memperhatikan dan mendengarnya; sebuah kitab peringatan ditulis di hadapan-Nya bagi orang-orang yang takut akan TUHAN dan bagi orang-orang yang menghormati nama-Nya."
