Perhentian iman

Jumat, 6 Maret 2026

Kita telah dinasihati oleh Yudas untuk membangun diri kita di atas iman kita yang paling suci. Inilah iman yang Kristus jadikan substansi bagi kita pada perjalanan persembahan-Nya dari Getsemani sampai kayu salib ketika Dia menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan hidup kita sebagai anak. Iman ini diberikan kepada kita sebagai karunia ketika kita menerima firman kebenaran masa kini yang diproklamirkan kepada kita, oleh Roh Kudus, melalui para utusan Kristus. Rm 10:17. Rasul Paulus menyatakan bahwa firman iman diberitakan kepada kita. Rm 10:8. Kita datang kepada Kristus dan menerima kekuatan rohani melalui menerima dan memakan firman sebagai roti Elohim yang dikirimkan kepada kita dari sorga. 1Ptr 2:4-5,8. Yoh 6:35. Firman ini adalah Roh dan hidup bagi kita. Yoh 6:63.

Melalui Roh Kudus, kita memiliki akses kepada persekutuan dan dialog milik Yahweh. Selain itu, roh kita mampu berdoa oleh iman, bukan dengan pikiran-pikiran cemas yang muncul dari hukum pikiran kita. Menggambarkan doa ini, Paulus berkata, ‘Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan [atau ‘ketidakmampuan’] kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Elohim dengan keluhan-keluhan (terj. Bhs. Ing. ‘groanings’ artinya ‘erangan-erangan’) yang tidak terucapkan.’ Rm 8:26.

Ada perhentian yang telah disediakan bagi kita, yang memungkinkan pikiran kita untuk berhenti bergumul, yaitu dorongan kecemasan untuk mempertahankan diri karena takut akan maut. Roh Kudus membuka telinga kita untuk mendengar dari Kristus mengenai pekerjaan-pekerjaan persembahan untuk hari tersebut sebagai alternatif dari seruan hawa nafsu kita. Yes 50:4-7. Pekerjaan-pekerjaan persembahan ini dimotivasi oleh energi yang berasal dari kasih Elohim, yang dicurahkan ke dalam hati kita oleh Roh Kudus. Rm 5:3-5. Inilah pekerjaan-pekerjaan persembahan kita sebagai seorang laki-laki, suami, ayah, atau sebagai seorang perempuan, istri, ibu.

Pembelajaran : Roma 8

Referensi :

Rm 10:17
Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

Rm 10:8
Tetapi apakah katanya? Ini: "Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu." Itulah firman iman, yang kami beritakan.

1Ptr 2:4-5,8
4 Dan datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Elohim. 5 Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Elohim. 8 Mereka tersandung padanya, karena mereka tidak taat kepada Firman Elohim; dan untuk itu mereka juga telah disediakan.

Yoh 6:35
Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.

Yoh 6:63
Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.

Rm 8:26
Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Elohim dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

Yes 50:4-7
4 Tuhan ELOHIM telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid. 5 Tuhan ELOHIM telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang. 6 Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku, dan pipiku kepada orang-orang yang mencabut janggutku. Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi. 7 Tetapi Tuhan ELOHIM menolong aku; sebab itu aku tidak mendapat noda. Sebab itu aku meneguhkan hatiku seperti keteguhan gunung batu karena aku tahu, bahwa aku tidak akan mendapat malu.

Rm 5:3-5
3 Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, 4 dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. 5 Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Elohim telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

Berlangganan

Renungan Harian
Silahkan isi nama lengkap dan alamat email untuk mendapatkan renungan harian dalam bahasa indonesia.
 Renungan Bulan Ini
 Renungan Bulan Lalu