Iman untuk hidup kebangkitan
Rabu, 14 Oktober 2026
Ketika firman Elohim diberitakan untuk kedua kalinya, itu juga merupakan kesempatan untuk restorasi, melalui iman, akan hidup kebangkitan. Kisah perempuan Sunem merupakan contoh yang baik berkenaan dengan prinsip ini. Ketika Elisa pertama kali memberitakan kepada perempuan itu bahwa dia akan memiliki seorang anak laki-laki, perempuan itu tidak memercayainya. 2Raj 4:16. Dia menjawab kepada utusan itu, ‘Janganlah tuanku, ya abdi Elohim, janganlah berdusta kepada hambamu ini!’ 2Raj 4:16. Namun demikian, perempuan itu mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki pada waktu yang telah dikatakan Elisa kepadanya.
Hal penting untuk diperhatikan, anak ini lahir menurut iman utusan. Anak itu tidak lahir menurut iman perempuan itu, karena dia tidak percaya firman tentang rumahnya. Ketika anak itu masih kecil, dia jatuh sakit dan meninggal. 2Raj 4:20-22. Perempuan itu segera menyadari kesalahannya sendiri atas situasi tersebut, yang dia kaitkan dengan ketidakpercayaannya terhadap firman utusan itu.
Ketika dia datang kepada Elisa, utusan itu, dia memegang kakinya dan berkata kepadanya, ‘Adakah kuminta seorang anak laki-laki dari pada tuanku? Bukankah telah kukatakan: Jangan aku diberi harapan kosong (terj. Bhs. Ing. ‘Do not deceive me’ artinya ‘Jangan menipu aku’)?’ 2Raj 4:27-28. Ini adalah tindakan pertobatan, karena dia mengingatkan utusan itu tentang respons yang dia buat ketika firman itu pertama kali diberitakan kepadanya. Dia mengakui bahwa firman itu telah mati dalam rumahnya, dan janji itu telah hilang karena ketidakpercayaannya.
Perempuan itu mengekspresikan iman untuk kedua kalinya sehubungan dengan firman yang telah diberitakan kepada rumah tangganya, dengan berpegang pada utusan dengan cara yang baru. Hubungannya dengan Elisa berubah dari seorang dermawan pada waktu pertama kali menjadi seorang murid pada waktu kedua kali. Yang perlu diperhatikan, anak itu tidak dibangkitkan dari kematian karena iman Elisa. Iman perempuan itu terhadap musim pemuridan yang baru itulah yang memungkinkan hidup kebangkitan datang kepada rumah tangganya.
Referensi :
Berkatalah Elisa: "Pada waktu seperti ini juga, tahun depan, engkau ini akan menggendong seorang anak laki-laki." Tetapi jawab perempuan itu: "Janganlah tuanku, ya abdi Elohim, janganlah berdusta kepada hambamu ini!"
2Raj 4:20-22
20 Diangkatnyalah dia, dibawanya pulang kepada ibunya. Duduklah dia di pangkuan ibunya sampai tengah hari, tetapi sesudah itu matilah dia. 21 Lalu naiklah perempuan itu, dibaringkannyalah dia di atas tempat tidur abdi Elohim itu, ditutupnyalah pintu dan pergi, sehingga anak itu saja di dalam kamar. 22 Sesudah itu ia memanggil suaminya serta berkata: "Suruh kepadaku salah seorang bujang dengan membawa seekor keledai betina; aku mau pergi dengan segera kepada abdi Elohim itu, dan akan terus pulang."
2Raj 4:27-28
27 Dan sesudah ia sampai ke gunung itu, dipegangnyalah kaki abdi Elohim itu, tetapi Gehazi mendekat hendak mengusir dia. Lalu berkatalah abdi Elohim: "Biarkanlah dia, hatinya pedih! TUHAN menyembunyikan hal ini dari padaku, tidak memberitahukannya kepadaku." 28 Lalu berkatalah perempuan itu: "Adakah kuminta seorang anak laki-laki dari pada tuanku? Bukankah telah kukatakan: Jangan aku diberi harapan kosong?"
