Kesesakan karena firman
Jumat, 27 Februari 2026
Rasul Paulus mencatat bahwa jemaat Tesalonika menerima firman itu dalam penindasan yang berat (terj. Bhs. Ing. ‘much affliction’ artinya ‘banyak kesesakan’). 1Tes 1:6. Dalam hal ini, kita diingatkan akan ajaran Yesus dalam perumpamaan tentang penabur dan benih. Berkaitan dengan masalah tanah berbatu-batu, Yesus menjelaskan, ‘Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira. Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itupun segera murtad (terj. Bhs. Ing. ‘stumbles’ artinya ‘tersandung’).’ Mat 13:20-21.
Paulus memproklamirkan injil Elohim kepada jemaat Tesalonika di tengah-tengah banyak konflik. 1Tes 2:2. Dia menjelaskan bahwa dia, bersama tim kerasulannya, telah ditentukan oleh Elohim untuk dipercayakan dengan injil. 1Tes 2:4. Dengan mandat ini, Paulus, dan rekan-rekannya sesama anggota presbiteri, melayani di antara mereka seperti seorang ibu yang mengasuh. 1Tes 2:5-9. Pelayanan mereka meneguhkan jemaat Tesalonika dalam pengudusan, dalam kehidupan pribadi dan keluarga mereka, sehingga mereka menjadi bagian dari komunitas tubuh Kristus.
Firman Tuhan sering datang memberi arahan kepada kita dalam situasi yang sulit atau membingungkan, yang sedang atau yang akan terjadi. Firman itu datang memanggil kita untuk percaya kepada Elohim di tengah-tengah konflik dan kesesakan yang akan muncul antara daging dan Roh dalam hidup kita, dan dalam hubungan-hubungan keluarga dan sosial kita. Firman Tuhan menjadi ujian dalam hidup kita. Inilah pengalaman semua pahlawan iman. Misalnya, pemazmur berkata tentang Yusuf, ‘Sampai saat firman-Nya sudah genap, dan janji TUHAN membenarkannya (terj. Bhs. Ing. ‘the word of the LORD tested him’ artinya ‘firman Tuhan mengujinya’)’. Mzm 105:19. Demikian juga, firman Tuhan menjadi ujian iman bagi Ayub, yang melaluinya dia belajar bagaimana mengalahkan setan. Firman, melalui keadaan-keadaan kita, mempolarisasi kita kepada kekudusan kita, atau mengeraskan hati kita terhadap seruan untuk ketaatan sehingga kita menyesuaikan firman itu agar sesuai dengan tujuan atau agenda kedagingan kita sendiri.
Referensi :
Dan kamu telah menjadi penurut kami dan penurut Tuhan; dalam penindasan yang berat kamu telah menerima firman itu dengan sukacita yang dikerjakan oleh Roh Kudus.
Mat 13:20-21
20 Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira. 21 Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itupun segera murtad.
1Tes 2:2
Tetapi sungguhpun kami sebelumnya, seperti kamu tahu, telah dianiaya dan dihina di Filipi, namun dengan pertolongan Elohim kita, kami beroleh keberanian untuk memberitakan Injil Elohim kepada kamu dalam perjuangan yang berat.
1Tes 2:4-9
4 Sebaliknya, karena Elohim telah menganggap kami layak untuk mempercayakan Injil kepada kami, karena itulah kami berbicara, bukan untuk menyukakan manusia, melainkan untuk menyukakan Elohim yang menguji hati kita. 5 Karena kami tidak pernah bermulut manis--hal itu kamu ketahui--dan tidak pernah mempunyai maksud loba yang tersembunyi--Elohim adalah saksi-- 6 juga tidak pernah kami mencari pujian dari manusia, baik dari kamu, maupun dari orang-orang lain, sekalipun kami dapat berbuat demikian sebagai rasul-rasul Kristus. 7 Tetapi kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya. 8 Demikianlah kami, dalam kasih sayang yang besar akan kamu, bukan saja rela membagi Injil Elohim dengan kamu, tetapi juga hidup kami sendiri dengan kamu, karena kamu telah kami kasihi. 9 Sebab kamu masih ingat, saudara-saudara, akan usaha dan jerih lelah kami. Sementara kami bekerja siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapapun juga di antara kamu, kami memberitakan Injil Elohim kepada kamu. 10 Kamu adalah saksi, demikian juga Elohim, betapa saleh, adil dan tak bercacatnya kami berlaku di antara kamu, yang percaya.
Mzm 105:19
Sampai saat firman-Nya sudah genap, dan janji TUHAN membenarkannya.
