Profil dari pencemooh
Senin, 1 Juni 2026
Ketika berbicara kepada orang-orang Yahudi di Antiokhia di Pisidia, rasul Paulus berkata, ‘Karena itu, waspadalah, supaya jangan berlaku atas kamu apa yang telah dikatakan dalam kitab nabi-nabi: Ingatlah [lihatlah], hai kamu penghina-penghina (terj. Bhs. Ing. ‘despisers’ artinya ‘orang-orang yang memandang rendah’), tercenganglah dan lenyaplah, sebab Aku melakukan suatu pekerjaan dalam zamanmu, suatu pekerjaan, yang tidak akan kamu percayai, jika diceriterakan kepadamu.’ Kis 13:40-41. Seorang ‘penghina’ adalah orang yang mengklaim sebagai orang percaya, tetapi karena kebenaran diri mereka sendiri, mereka tidak mampu menerima perintah-perintah Kristus yang diproklamirkan oleh para utusan-Nya. Akibatnya, mereka tidak mampu menangkap iman yang datang melalui pendengaran firman dan, karena alasan ini, mereka ‘tidak akan percaya sama sekali’.
Di tempat lain dalam Kitab Suci, penghina-penghina (orang-orang yang memandang rendah) digambarkan sebagai pengejek atau pencemooh. Misalnya, Raja Salomo menulis, ‘Si pencemooh [sama dengan ‘pengejek’] mencari hikmat, tetapi sia-sia, sedangkan bagi orang berpengertian, pengetahuan mudah diperoleh.’ Ams 14:6. Pengejek merasa berhak menghakimi para utusan Kristus, firman mereka, dan implikasi-implikasinya, berdasarkan anggapan kompetensi, keahlian, pengalaman, atau karunia mereka. Mereka mungkin bermaksud jahat ataupun tidak bermaksud jahat dalam bantahan mereka, tetapi melalui penilaian/penghakiman mereka, mereka menempatkan diri mereka dalam posisi superioritas.
Yesus menyoroti sikap atau perilaku ini ketika Ia membandingkan doa seorang Farisi dengan doa seorang pemungut cukai. Lukas mencatat pelajaran ini dalam Injilnya, demikian, ‘Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus mengatakan perumpamaan ini: "Ada dua orang pergi ke Bait Elohim untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai. Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Elohim, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.’ Luk 18:9-12.
Referensi :
40 Karena itu, waspadalah, supaya jangan berlaku atas kamu apa yang telah dikatakan dalam kitab nabi-nabi: 41 Ingatlah, hai kamu penghina-penghina, tercenganglah dan lenyaplah, sebab Aku melakukan suatu pekerjaan dalam zamanmu, suatu pekerjaan, yang tidak akan kamu percayai, jika diceriterakan kepadamu."
Ams 14:6
Si pencemooh mencari hikmat, tetapi sia-sia, sedangkan bagi orang berpengertian, pengetahuan mudah diperoleh.
Luk 18:9-12
9 Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus mengatakan perumpamaan ini: 10 "Ada dua orang pergi ke Bait Elohim untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai. 11 Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Elohim, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; 12 aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.
