Proses penyembuhan

Kamis, 4 Juni 2026

Depresi yang terkait dengan memandang rendah adalah kemarahan. Ini adalah ekspresi kemarahan karena ekspektasi yang tidak terpenuhi yang bersumber dari hukum pikiran kita. Kitab Suci menyebut ekspektasi yang tidak terpenuhi ini sebagai ‘harapan yang tertunda’. Kemarahan, yang timbul dari ekspektasi kita yang terhalang, menyebabkan distrofi atau penyakit dalam roh seseorang. Menguraikan prinsip-prinsip ini, Salomo menulis, ‘Harapan yang tertunda menyedihkan hati, tetapi keinginan yang terpenuhi [atau pengharapan sejati terwujud] adalah pohon kehidupan’. Ams 13:12. Lebih lanjut, dia mengamati, ‘Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah (terj. Bhs. Ing. ‘The spirit of a man will sustain him in sickness, but who can bear a broken spirit’ artinya ‘Roh manusia akan menopangnya dalam penyakitnya, tetapi siapa yang dapat menanggung roh yang hancur’)?’ Ams 18:14.

Seseorang yang rohnya hancur hanya dapat menemukan penyembuhan dan pemulihan melalui ketujuh kali lipat Roh Elohim yang diberikan dari Bapa. Kasih karunia ini dilayani kepada anak Elohim ketika mereka menerima dan berjalan dalam firman Bapa yang dilayani oleh para utusan Kristus. Yoh 13:20. Sebagai seorang utusan, Paulus berdoa agar para pendengarnya menerima pelayanan ini, dengan bersaksi, ‘Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa, yang dari pada-Nya semua turunan (terj. Bhs. Ing. ‘family’ artinya ‘keluarga’) yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya. Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.’ Ef 3:14-17.

‘Manusia batiniah’ kita mengacu pada roh dan jiwa kita. Manusia batiniah pendengar disembuhkan dan dikuatkan melalui pelayanan ketujuh kali lipat Roh Tuhan dari Bapa karena mereka sedang dilepaskan dari hidup menurut hukum lain ketika itu diekspresikan melalui hukum pikiran mereka. Kelepasan dari hukum lain ini, yang membawa kita ke dalam perhambaan kepada dosa, adalah melalui Yesus Kristus, yang menyatakan Bapa. Menyoroti hal ini, Matius menceritakan, ‘... dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita".’ Mat 8:16-17.

Pembelajaran : Efesus 3

Referensi :

Ams 13:12
Harapan yang tertunda menyedihkan hati, tetapi keinginan yang terpenuhi adalah pohon kehidupan.

Ams 18:14
Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah?

Yoh 13:20
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku.

Ef 3:14-17
14 Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa, 15 yang dari pada-Nya semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya. 16 Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.

Mat 8:16-17
16 Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit. 17 Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita."

Berlangganan

Renungan Harian
Silahkan isi nama lengkap dan alamat email untuk mendapatkan renungan harian dalam bahasa indonesia.
 Renungan Bulan Ini
 Renungan Bulan Lalu