Keramahtamahan perempuan Sunem
Selasa, 14 April 2026
Kisah tentang perempuan Sunem dan kebangkitan anak laki-lakinya, dengan jelas mengilustrasikan pentingnya dan implikasi dari menerima firman iman dari para utusan Tuhan. Kitab Suci mencatat bahwa ketika Elisa pergi ke Sunem, sebuah kota yang terletak di dataran Megido, seorang perempuan terkemuka mengundang dia untuk datang ke rumahnya untuk makan. 2Raj 4:8. Sebagian besar penafsir setuju bahwa perempuan Sunem ini terkemuka, atau hebat, karena kekayaannya. Akan tetapi, dia juga terkemuka/terkenal oleh keramahtamahan dan pandangan rohaninya karena dia mengenali, membedakan, dan menghormati Elisa sebagai utusan kudus.
Sesering dia melewati Sunem dalam perjalanan pelayanannya, Elisa akan mampir ke rumah perempuan Sunem itu untuk makan. Perempuan itu meminta kepada suaminya untuk menambahkan sebuah kamar kecil di lantai atas tempat tinggal mereka, dilengkapi dengan tempat tidur, meja dan kursi, dan kandil/kaki dian, supaya Elisa dapat tinggal bersama mereka. Jelaslah, mereka adalah ‘rumah damai sejahtera yang layak’ karena permohonan dan perhatian perempuan tersebut kepada utusan ini. Mat 10:11-14. Luk 10:5-7.
Pada suatu kunjungan, Elisa menyuruh hambanya, Gehazi, untuk memanggil perempuan itu dan menanyakan apa yang dapat dia lakukan untuknya karena keramahtamahan yang telah ditunjukkannya kepadanya. Ketulusan keramahtamahan dan perhatian perempuan ini nyata karena dia tidak meminta imbalan apa pun, mengakui bahwa dia puas tinggal di antara bangsanya sendiri. 2Raj 4:12-13. Jelas, dia tidak bersatu dengan utusan dengan tipu daya atau untuk keuntungan. Bahkan, Gehazi-lah yang mengamati bahwa suaminya sudah lanjut usia dan dia tidak memiliki anak. 2Raj 4:14. Mendengar ini, Elisa secara pribadi berbicara kepada perempuan itu, katanya, ‘Pada waktu seperti ini juga, tahun depan, engkau ini akan menggendong seorang anak laki-laki.’ 2Raj 4:16.
Referensi :
Pada suatu hari Elisa pergi ke Sunem. Di sana tinggal seorang perempuan kaya yang mengundang dia makan. Dan seberapa kali ia dalam perjalanan, singgahlah ia ke sana untuk makan.
Mat 10:11-14
11 Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat. 12 Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka. 13 Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. 14 Dan apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu.
Luk 10:5-7
5 Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. 6 Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. 7 Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah.
2Raj 4:12-14
12 Kemudian berkatalah ia kepada Gehazi, bujangnya: "Panggillah perempuan Sunem itu." Lalu dipanggilnyalah perempuan itu dan dia berdiri di depan Gehazi. 13 Elisa telah berkata kepada Gehazi: "Cobalah katakan kepadanya: Sesungguhnya engkau telah sangat bersusah-susah seperti ini untuk kami. Apakah yang dapat kuperbuat bagimu? Adakah yang dapat kubicarakan tentang engkau kepada raja atau kepala tentara?" Jawab perempuan itu: "Aku ini tinggal di tengah-tengah kaumku!" 14 Kemudian berkatalah Elisa: "Apakah yang dapat kuperbuat baginya?" Jawab Gehazi: "Ah, ia tidak mempunyai anak, dan suaminya sudah tua."
2Raj 4:16
Berkatalah Elisa: "Pada waktu seperti ini juga, tahun depan, engkau ini akan menggendong seorang anak laki-laki." Tetapi jawab perempuan itu: "Janganlah tuanku, ya abdi Elohim, janganlah berdusta kepada hambamu ini!"
