Pertobatan perempuan Sunem

Kamis, 16 April 2026

Ketika perempuan Sunem itu mendekati Gunung Karmel, Elisa mengutus Gehazi untuk menanyakan tentang keluarganya. Perempuan itu menjawab, ‘Selamat (terj. Bhs. Ing. ‘It is well’ artinya ‘Semuanya baik-baik saja’).’ 2Raj 4:26. ​​Respons perempuan itu tidak berarti bahwa dia ‘menyangkal’ atau terputus dari realitas situasinya. Melainkan, pernyataannya menunjukkan bahwa dia tidak takut atau gelisah dan cemas. Dia tidak menuntut campur tangan. Ini merupakan ekspresi perilaku sucinya yang disertai dengan takut akan Tuhan. 1Ptr 3:2.

Ketika dia datang menghadap Elisa, utusan itu, dia memegang kakinya dan berkata kepadanya, ‘Adakah kuminta seorang anak laki-laki dari pada tuanku? Bukankah telah kukatakan: Jangan aku diberi harapan kosong?’ 2Raj 4:27-28. Respons perempuan Sunem itu sama dengan perempuan yang membasuh kaki Kristus dengan air matanya di rumah Simon orang Farisi. Luk 7:37-38. Itu merupakan tindakan pertobatan, karena dia mengingatkan utusan tentang respons yang telah dia berikan ketika firman itu pertama kali diproklamirkan kepadanya. Dia mengakui bahwa firman itu telah mati dalam rumahnya, dan janji itu telah lenyap karena ketidakpercayaannya.

Ini adalah kesempatan kedua kali bagi perempuan itu untuk memperoleh dan mengekspresikan iman akan penentuannya sejak semula dan penentuan anaknya sejak semula. Anak itu tidak akan disembuhkan melalui iman Elisa; dia akan disembuhkan melalui iman perempuan itu. Untuk tujuan ini, dia tidak akan meninggalkan Elisa, meskipun Elisa mengutus Gehazi untuk membangkitkan anak itu. Perempuan itu mengakui imannya berkenaan dengan utusan itu dengan berkata, ‘Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau’. 2Raj 4:30. Hal penting untuk diperhatikan, anak itu tidak dipulihkan kepada hidup melalui tindakan Gehazi di bawah arahan Elisa. Sebaliknya, Elisa datang ke rumah bersama dengan perempuan itu dan melayani hidup kebangkitan kepada anak itu. Kemudian, dia mengembalikan anak itu kepada ibunya.

Pembelajaran : Lukas 7

Referensi :

2Raj 4:26
Larilah menyongsongnya dan katakanlah kepadanya: Selamatkah engkau, selamatkah suamimu, selamatkah anak itu?" Jawab perempuan itu: "Selamat!"

1Ptr 3:2
Jika mereka melihat, bagaimana murni dan salehnya hidup isteri mereka itu.

2Raj 4:27-28
27 Dan sesudah ia sampai ke gunung itu, dipegangnyalah kaki abdi Elohim itu, tetapi Gehazi mendekat hendak mengusir dia. Lalu berkatalah abdi Elohim: "Biarkanlah dia, hatinya pedih! TUHAN menyembunyikan hal ini dari padaku, tidak memberitahukannya kepadaku." 28 Lalu berkatalah perempuan itu: "Adakah kuminta seorang anak laki-laki dari pada tuanku? Bukankah telah kukatakan: Jangan aku diberi harapan kosong?"

Luk 7:37-38
37 Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi. 38 Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.

2Raj 4:30
Tetapi berkatalah ibu anak itu: "Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau." Lalu bangunlah Elisa dan berjalan mengikuti perempuan itu.

Berlangganan

Renungan Harian
Silahkan isi nama lengkap dan alamat email untuk mendapatkan renungan harian dalam bahasa indonesia.
 Renungan Bulan Ini
 Renungan Bulan Lalu