Menerima penglihatan rohani

Jumat, 25 September 2026

Akan bermanfaat untuk melihat pengakuan orang yang kebutaan jasmaninya disembuhkan ketika Yesus membentuk bola mata baru baginya dari debu tanah. Yoh 9:6-7. Setelah orang itu diusir dari rumah ibadat, Yesus menemuinya dan bertanya, ‘Percayakah engkau kepada Anak Manusia?’ Yoh 9:35. Menunjukkan miskin dalam rohnya, orang itu mengakui ketiadaan penglihatan rohaninya, demikian, ‘Siapakah Dia, Tuhan? Supaya aku percaya kepada-Nya.’ Yoh 9:36. Yesus memperkenalkan diri-Nya kepada orang itu, yang kemudian mengaku, ‘Aku percaya, Tuhan!’ lalu dia menyembah-Nya. Yoh 9:37-38.

Mengomentari respons ini, Yesus berkata, ‘Aku datang ke dalam dunia untuk menghakimi, supaya barangsiapa yang tidak melihat, dapat melihat, dan supaya barangsiapa yang dapat melihat, menjadi buta.’ Yoh 9:39. Orang-orang Farisi yang bersama Yesus bertanya dengan nada tidak percaya, ‘Apakah itu berarti bahwa kami juga buta?’ Yoh 9:40. Mereka tidak percaya bahwa mereka buta, yang menunjukkan bahwa mereka bukanlah orang yang miskin dalam roh. Jika mereka memang memiliki penglihatan rohani, mereka akan tersungkur di kaki Kristus dan menyembah Dia yang sanggup melepaskan mereka dari perhambaan mereka kepada dosa.

Di mana interaksi dengan firman yang hanya melibatkan kognisi semata mengarahkan informasi pada pemusatan pada diri sendiri, iman yang diterima melalui pendengaran akan firman selalu berpusat pada yang lain, karena iman itu berpusat pada Yahweh sendiri; artinya, iman itu berpusat pada persekutuan. Sebagaimana dijelaskan oleh Paulus, ‘Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: "Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata", maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata. Karena kami tahu, bahwa Ia, yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus. Dan Ia akan menghadapkan kami bersama-sama dengan kamu kepada diri-Nya. Sebab semuanya itu terjadi oleh karena kamu, supaya kasih karunia, yang semakin besar berhubung dengan semakin banyaknya orang yang menjadi percaya, menyebabkan semakin melimpahnya ucapan syukur bagi kemuliaan Elohim.’ 2Kor 4:13-15. Hanya orang-orang yang menaruh kepercayaan kepada sumber firman, serta sarana pelayanannya melalui para utusan, yang mampu melihat dan memperoleh iman ini.

Pembelajaran : Yohanes 9

Referensi :

Yoh 9:6-7
6 Setelah Ia mengatakan semuanya itu, Ia meludah ke tanah, dan mengaduk ludahnya itu dengan tanah, lalu mengoleskannya pada mata orang buta tadi 7 dan berkata kepadanya: "Pergilah, basuhlah dirimu dalam kolam Siloam." Siloam artinya: "Yang diutus." Maka pergilah orang itu, ia membasuh dirinya lalu kembali dengan matanya sudah melek.

Yoh 9:35-40
35 Yesus mendengar bahwa ia telah diusir ke luar oleh mereka. Kemudian Ia bertemu dengan dia dan berkata: "Percayakah engkau kepada Anak Manusia?" 36 Jawabnya: "Siapakah Dia, Tuhan? Supaya aku percaya kepada-Nya." 37 Kata Yesus kepadanya: "Engkau bukan saja melihat Dia; tetapi Dia yang sedang berkata-kata dengan engkau, Dialah itu!" 38 Katanya: "Aku percaya, Tuhan!" Lalu ia sujud menyembah-Nya. 39 Kata Yesus: "Aku datang ke dalam dunia untuk menghakimi, supaya barangsiapa yang tidak melihat, dapat melihat, dan supaya barangsiapa yang dapat melihat, menjadi buta." 40 Kata-kata itu didengar oleh beberapa orang Farisi yang berada di situ dan mereka berkata kepada-Nya: "Apakah itu berarti bahwa kami juga buta?"

2Kor 4:13-15
13 Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: "Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata", maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata. 14 Karena kami tahu, bahwa Ia, yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus. Dan Ia akan menghadapkan kami bersama-sama dengan kamu kepada diri-Nya. 15 Sebab semuanya itu terjadi oleh karena kamu, supaya kasih karunia, yang semakin besar berhubung dengan semakin banyaknya orang yang menjadi percaya, menyebabkan semakin melimpahnya ucapan syukur bagi kemuliaan Elohim.

Berlangganan

Renungan Harian
Silahkan isi nama lengkap dan alamat email untuk mendapatkan renungan harian dalam bahasa indonesia.
 Renungan Bulan Ini
 Renungan Bulan Lalu