Tipu daya di Laodikia
Jumat, 23 Oktober 2026
Kesaksian para pemimpin di Laodikia adalah, ‘Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa’. Why 3:17. Inilah tipu daya mereka. Rasul Paulus menanggapi kesombongan agamawi yang sama di gereja Korintus. Dia berkata, ‘Apa yang kamu miliki yang tidak kamu terima? Sekarang, jika memang kamu telah menerimanya, mengapa kamu membanggakan diri seolah-olah kamu tidak menerimanya? Kamu sudah kenyang! Kamu sudah kaya! Kamu telah memerintah sebagai raja-raja tanpa kami.’ 1Kor 4:7-8. Jelaslah bahwa ada banyak pemimpin di Korintus yang percaya bahwa mereka telah ‘lulus’ sebagai utusan, dan mereka tidak lagi membutuhkan persekutuan dengan Paulus dalam sebuah presbiteri.
Gerakan Latter Rain (Hujan Akhir) melahirkan banyak pengkhotbah dan pengajar yang mengklaim diri sebagai utusan Kristus bagi tubuh Kristus yang lebih luas. Beberapa orang memang memiliki kasih karunia pelayanan, dan pelayanan mereka disertai dengan kasih karunia kesembuhan, tetapi mereka perlu terhubung secara relasional dan tunduk pada pewahyuan firman Kristus dalam persekutuan presbiteri. Keengganan mereka untuk merendahkan diri mereka untuk bersatu dengan persekutuan presbiteri, turut menyebabkan banyak di antara mereka terjerumus ke dalam korupsi keuangan dan amoralitas seksual. Dalam banyak kasus, hal ini juga menyebabkan memburuknya gangguan kepribadian dan disfungsi keluarga.
Dalam sejarah kita sendiri, juga terdapat banyak pemimpin dari berbagai latar belakang denominasi yang menyatakan kesediaan untuk bergabung dalam persekutuan presbiteri, namun mereka berinteraksi dengan presbiteri dalam mode kolegial, seolah-olah presbiteri itu adalah ‘persaudaraan para pendeta’. Beberapa pemimpin berusaha mencampurkan pewahyuan firman kebenaran masa kini dengan latar belakang teologis mereka sendiri serta penafsiran pribadi mereka terhadap Kitab Suci. Campuran ini mengakibatkan sikap yang suam-suam kuku terhadap firman kebenaran masa kini, serta partisipasi yang suam-suam kuku dalam persekutuan presbiteri.
Referensi :
Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang.
1Kor 4:7-8
7 Sebab siapakah yang menganggap engkau begitu penting? Dan apakah yang engkau punyai, yang tidak engkau terima? Dan jika engkau memang menerimanya, mengapakah engkau memegahkan diri, seolah-olah engkau tidak menerimanya? 8 Kamu telah kenyang, kamu telah menjadi kaya, tanpa kami kamu telah menjadi raja. Ah, alangkah baiknya kalau benar demikian, bahwa kamu telah menjadi raja, sehingga kamipun turut menjadi raja dengan kamu.
