Sang Raja dan anak-anak kecil
Selasa, 5 Mei 2026
Tak lama setelah Yesus melepaskan anak yang kerasukan setan, dan menegur ayahnya serta murid-murid karena ketidakpercayaan mereka, Dia memiliki alasan untuk mengekspresikan kemarahan-Nya atas tindakan murid-murid yang bertentangan dan tertipu. Pada kesempatan itu, orang-orang berusaha membawa anak-anak mereka kepada Kristus agar Dia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka. Akan tetapi, murid-murid menegur para orang tua itu, melarang mereka membawa anak-anak mereka kepada-Nya.
Dalam Injilnya, Markus menceritakan bahwa ketika Yesus memandang dengan mata yang berapi-api dan melihat apa yang sedang terjadi, Dia marah (terj. Bhs. Ing. ‘greatly displeased’ artinya ‘sangat tidak senang’), artinya Dia menjadi sangat marah. Dia berkata kepada murid-murid itu, ‘Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Elohim.’ Mrk 10:14. Dia memeluk anak-anak itu, meletakkan tangan-Nya atas mereka, dan memberkati mereka. Mrk 10:16.
Pertama-tama, Kristus marah kepada murid-murid karena mereka lancang bertindak sebagai perantara agar anak-anak, dan bahkan siapa pun, dapat mendekati-Nya. Di sini Dia menyampaikan poin penting kepada murid-murid. Pekerjaan seorang utusan adalah membawa pendengar kepada Kristus melalui pelayanan firman. Mereka bukanlah penengah atau perantara akses dan respons pendengar kepada-Nya. Setiap orang harus menerima dan merespons firman Kristus dengan kerendahan hati dan kesederhanaan seorang anak kecil. Seperti yang Yesus katakan, ‘Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Elohim seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalam-Nya.’ Mrk 10:15.
Demikian pula, orang tua tidak boleh lancang menjadi perantara akses anak kepada firman Kristus ketika firman dilayani oleh para utusan-Nya. Mereka memproklamirkan firman dari tangan-Nya, dan Dia rindu memegang mereka di tangan-Nya melalui pelayanan ini. Oleh karena itu, orang tua hendaknya mengajari anak-anak mereka untuk datang kepada Kristus dengan mendengarkan dan menerima firman yang mengalir keluar, bukannya menafsirkan ulang firman tersebut untuk anak-anak mereka, atau lancang mengajarkan firman yang lain.
Referensi :
Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: "Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Elohim.
Mrk 10:16
Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka.
Mrk 10:15
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Elohim seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.
