Berkat Abraham

Selasa, 8 September 2026

Mengidentifikasi dimensi pertama iman yang ditunjukkan dalam perjalanan ziarah Abraham, Paulus menulis, ‘Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.’ Ibr 11:8. Abraham menerima dimensi iman ini dalam panggilan untuk meninggalkan Ur Kasdim, keluarganya dan rumah ayahnya, untuk memasuki negeri yang akan ditunjukkan Tuhan kepadanya. Kej 12:1.

Tuhan berjanji untuk memberkati Abram, dengan berkata kepadanya, ‘Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum (keluarga) di muka bumi akan mendapat berkat.’ Kej 12:2-3. Abraham memperoleh berkat ini, secara simbolis, di Gunung Moria, yang menandai langkah terakhir dari penerimaannya akan iman Anak Elohim.

Paulus menggambarkan berkat yang dijanjikan kepada Abraham sebagai ‘berkat Abraham’. Berkat itu tersedia bagi setiap orang melalui salib Kristus. Paulus menjelaskan hal ini dengan menulis, ‘Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!" Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain [orang-orang yang tidak disunat], sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu (terj. Bhs. Ing. ‘the promise of the Spirit’ artinya ‘janji akan Roh’)’. Gal 3:13-14.

Rasul Yohanes mengidentifikasi berkat Abraham sebagai ‘hak untuk menjadi anak Elohim’; yaitu, anak manusia yang dilahirkan kembali dari Roh. Yoh 3:5. Untuk tujuan ini, dia berkata, ‘Tetapi semua orang yang menerima-Nya [Yesus, Anak Elohim] diberi-Nya kuasa (terj. Bhs. Ing. ‘right’ artinya ‘hak’) supaya menjadi anak-anak Elohim, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Elohim.’ Yoh 1:12-13.

Pembelajaran : Galatia 3

Referensi :

Ibr 11:8
Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.

Kej 12:1-3
1 Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu. 2 Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. 3 Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."

Gal 3:13-14
13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!" 14 Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.

Yoh 3:5
Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Elohim.

Yoh 1:12-13
12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Elohim, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; 13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Elohim.

Berlangganan

Renungan Harian
Silahkan isi nama lengkap dan alamat email untuk mendapatkan renungan harian dalam bahasa indonesia.
 Renungan Bulan Ini
 Renungan Bulan Lalu