Pengharapan akan kemuliaan

Kamis, 12 Februari 2026

Kitab Suci mengajarkan kita bahwa ‘iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat’. Ibr 11:1. Apakah pengharapan yang dinyatakan melalui injil Elohim? Pengharapan itu lebih dari kebangkitan; bahkan lebih dari hidup kekal. Menggambarkan pengharapan orang Kristen sebagai rahasia yang sekarang sedang dinyatakan kepada semua bangsa, rasul Paulus memberitakan, ‘Kepada mereka Elohim mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu (terj. Bhs. Ing. ‘Christ in you’ artinya ‘Kristus di dalam kamu’), Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!’ Kol 1:27.

Kita melihat bahwa pengharapan yang luar biasa, yang dinyatakan melalui injil, adalah agar orang percaya secara progresif dipenuhi dengan, dan memiliki, kemuliaan Elohim sendiri! Paulus menggambarkan pengharapan akan injil kepada jemaat di Efesus dengan mengatakan, ‘Sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Elohim.’ Ef 3:17-19.

Inilah pengharapan akan kemuliaan yang diterima Abraham, bapa kita. Hal penting untuk diperhatikan, Stefanus menyatakan bahwa ‘Elohim yang Mahamulia’-lah yang menampakkan diri kepada Abraham dan meneguhkannya dalam pengharapan ini. Kis 7:2-8. Abraham diiluminasi dengan pengharapan akan kemuliaan Elohim ketika Kristus berkata kepadanya, ‘Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar (terj. Bhs. Ing. ‘your exceedingly great reward’ artinya ‘upahmu yang sangat besar’).’ Kej 15:1. Kemudian Tuhan mengarahkan Abram, demikian, ‘Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya … Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.’ Kej 15:5. Abraham percaya kepada firman Imam-Raja itu, menyadari bahwa dia dan anak-anaknya akan dipenuhi dengan kemuliaan Elohim, seperti bintang-bintang yang memancarkan terang hidup. Karena dia percaya akan pengharapan ini, maka hal itu diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran. Kej 15:6.

Pembelajaran : Kejadian 15

Referensi :

Ibr 11:1
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Kol 1:27
Kepada mereka Elohim mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!

Ef 3:17-19
17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Elohim.

Kis 7:2-8
2 Jawab Stefanus: "Hai saudara-saudara dan bapa-bapa, dengarkanlah! Elohim yang Mahamulia telah menampakkan diri-Nya kepada bapa leluhur kita Abraham, ketika ia masih di Mesopotamia, sebelum ia menetap di Haran, 3 dan berfirman kepadanya: Keluarlah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan pergilah ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu. 4 Maka keluarlah ia dari negeri orang Kasdim, lalu menetap di Haran. Dan setelah ayahnya meninggal, Elohim menyuruh dia pindah dari situ ke tanah ini, tempat kamu diam sekarang; 5 dan di situ Elohim tidak memberikan milik pusaka kepadanya, bahkan setapak tanahpun tidak, tetapi Ia berjanji akan memberikan tanah itu kepadanya menjadi kepunyaannya dan kepunyaan keturunannya, walaupun pada waktu itu ia tidak mempunyai anak. 6 Beginilah firman Elohim, yaitu bahwa keturunannya akan menjadi pendatang di negeri asing dan bahwa mereka akan diperbudak dan dianiaya empat ratus tahun lamanya. 7 Tetapi bangsa yang akan memperbudak mereka itu akan Kuhukum, firman Elohim, dan sesudah itu mereka akan keluar dari situ dan beribadah kepada-Ku di tempat ini. 8 Lalu Elohim memberikan kepadanya perjanjian sunat; dan demikianlah Abraham memperanakkan Ishak, lalu menyunatkannya pada hari yang kedelapan; dan Ishak memperanakkan Yakub, dan Yakub memperanakkan kedua belas bapa leluhur kita.

Kej 15:1
Kemudian datanglah firman TUHAN kepada Abram dalam suatu penglihatan: "Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar."

Kej 15:5-6
5 Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." 6 Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.

Berlangganan

Renungan Harian
Silahkan isi nama lengkap dan alamat email untuk mendapatkan renungan harian dalam bahasa indonesia.
 Renungan Bulan Ini
 Renungan Bulan Lalu