Ketidakpercayaan perempuan Sunem
Rabu, 15 April 2026
Ketika Elisa memproklamirkan kepada perempuan Sunem itu bahwa dia akan memiliki seorang anak laki-laki, perempuan itu segera menjawab, ‘Janganlah tuanku, ya abdi Elohim, janganlah berdusta kepada hambamu ini!’ 2Raj 4:16. Jelas, perempuan itu tidak percaya pada firman utusan yang memproklamirkan mujizat hidup kebangkitan untuk hidup sebagai anak. Itu di luar pengertian dan penglihatannya. Meskipun demikian, perempuan itu mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki pada waktu yang telah ditentukan oleh Elisa. Hal penting untuk diperhatikan, anak ini lahir menurut iman utusan; dia tidak lahir menurut iman perempuan itu, karena dia tidak percaya pada firman tentang rumahnya, dan menuduh utusan itu berdusta.
Ketika anak itu masih kecil, dia jatuh sakit saat berada di ladang bersama ayahnya. Kemudian pada hari itu dia meninggal dalam pelukan ibunya. Ibunya menempatkannya di kamar atas, di tempat tidur Elisa, dan menutup pintu. Kemudian dia meminta suaminya untuk menyuruh salah seorang pelayan mereka menyiapkan seekor keledai agar dia dapat ‘berlari’ kepada hamba Elohim dan kembali. 2Raj 4:20-22. Tampaknya suami perempuan itu tidak begitu paham mengenai kondisi anak laki-laki itu (baik secara jasmani maupun rohani), karena dia bertanya kepadanya, ‘Mengapakah pada hari ini engkau hendak pergi kepadanya? Padahal sekarang bukan bulan baru dan bukan hari Sabat.’ 2Raj 4:23. Tetapi perempuan itu meyakinkannya, ‘Jangan kuatir (terj. Bhs. Ing. ‘It is well’ artinya ‘Semuanya baik-baik saja’).’ 2Raj 4:23.
Ketidaktahuan laki-laki itu tentang kondisi anak laki-laki itu mungkin merupakan akibat dari kekosongan dalam kekepalaannya. Jika demikian, perempuan Sunem itu tidak berbeda dengan perempuan yang menikah dengan laki-laki yang tidak taat kepada firman, sebagaimana dijelaskan oleh rasul Petrus. 1Ptr 3:1. Perempuan Sunem itu menghormati suaminya, karena dia tidak menyalahkannya, atau menuntut agar suaminya bertindak mewakilinya. Ini karena perempuan itu menyadari kesalahan dia sendiri atas situasi tersebut, yang dia kaitkan dengan ketidakpercayaannya mengenai firman dari utusan.
Referensi :
Berkatalah Elisa: "Pada waktu seperti ini juga, tahun depan, engkau ini akan menggendong seorang anak laki-laki." Tetapi jawab perempuan itu: "Janganlah tuanku, ya abdi Elohim, janganlah berdusta kepada hambamu ini!"
2Raj 4:20-23
20 Diangkatnyalah dia, dibawanya pulang kepada ibunya. Duduklah dia di pangkuan ibunya sampai tengah hari, tetapi sesudah itu matilah dia. 21 Lalu naiklah perempuan itu, dibaringkannyalah dia di atas tempat tidur abdi Elohim itu, ditutupnyalah pintu dan pergi, sehingga anak itu saja di dalam kamar. 22 Sesudah itu ia memanggil suaminya serta berkata: "Suruh kepadaku salah seorang bujang dengan membawa seekor keledai betina; aku mau pergi dengan segera kepada abdi Elohim itu, dan akan terus pulang." 23 Berkatalah suaminya: "Mengapakah pada hari ini engkau hendak pergi kepadanya? Padahal sekarang bukan bulan baru dan bukan hari Sabat." Jawab perempuan itu: "Jangan kuatir."
1Ptr 3:1
Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya.
