Ajaran Bileam
Jumat, 10 Juli 2026
Pada tahun-tahun sebelumnya, kami telah mengidentifikasi ajaran Bileam sebagai ekspresi dari seorang anggota presbiteri yang mencari pemberdayaan timbal balik dan keuntungan finansial melalui pelayanan injil. Namun, dalam terang firman yang menyatakan natur dari kelemahan daging kita, pengertian kita tentang ajaran yang merusak ini dapat diperluas lebih jauh.
Yesus mengidentifikasi ajaran ini dalam surat-Nya kepada jemaat di Pergamus. Dia berbicara kepada presbiteri sebagai ‘Dia, yang memakai pedang yang tajam dan bermata dua’. Why 2:12. Dia menegur mereka, dengan berkata, ‘Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan (terj. Bhs. Ing. ‘put a stumbling block before’ artinya ‘menaruh batu sandungan di hadapan’) orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah.’ Why 2:14.
Rasul Petrus menjelaskan bahwa Kristus sendiri menjadi batu sandungan dan batu singgungan bagi kita ketika kita tidak taat kepada firman kebenaran masa kini, menukar kebenaran ini dengan dusta yang berasal dari proyeksi-proyeksi penyembahan berhala kita. Proyeksi-proyeksi ini adalah penutup untuk menyamarkan rasa malu atas ketelanjangan kita saat kita hidup menurut hukum yang lain.
Petrus menyatakan mengenai Kristus, ‘Karena itu bagi kamu, yang percaya, ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya: "Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru, juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan (terj. Bhs. Ing. ‘a stone of stumbling and a rock of offence’ artinya ‘batu sandungan dan batu singgungan’)." Mereka tersandung padanya, karena mereka tidak taat kepada Firman Elohim; dan untuk itu mereka juga telah disediakan.’ 1Ptr 2:7-8.
Rasul Paulus mengutip ayat Kitab Suci nubuatan yang sama dari Yesaya ini, sambil menambahkan satu poin tambahan yang menghubungkan tersandung dengan ekspresi rasa malu. Dia menulis kepada jemaat di Roma, ‘Seperti ada tertulis: "Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu sentuhan dan sebuah batu sandungan (terj. Bhs. Ing. ‘a stumbling stone and rock of offence’ artinya ‘sebuah batu sandungan dan batu singgungan’), dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan".’ Rm 9:33.
Ketika kita mempertimbangkan ajaran Bileam, penting untuk dicatat bahwa Bileam mengajarkan Balak untuk meletakkan batu sandungan di hadapan kaum Israel karena dia sendiri tersandung sehubungan dengan karunia yang dimilikinya dan ekspresinya.
Referensi :
Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Pergamus: Inilah firman Dia, yang memakai pedang yang tajam dan bermata dua.
Why 2:14
Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah.
1Ptr 2:7-8
7 Karena itu bagi kamu, yang percaya, ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya: "Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru, juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan." 8 Mereka tersandung padanya, karena mereka tidak taat kepada Firman Elohim; dan untuk itu mereka juga telah disediakan.
Rm 9:33
Seperti ada tertulis: "Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu sentuhan dan sebuah batu sandungan, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan."
