Tidak memberikan keuntungan kepada Iblis

Kamis, 15 Januari 2026

Ketika seorang laki-laki atau perempuan lalai sehubungan dengan pengudusan mereka, roh ketidaktaatan mulai menguasai hidup mereka dan keluarga mereka. Roh ini nyata ketika Hawa membawa buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat kepada Adam. Karena menganggapnya baik untuk dimakan, sedap kelihatannya, dan menarik hati karena memberi pengertian, dia memakan buah itu dan kemudian lancang untuk melayani firman ini kepada suaminya. Kej 3:6-7.

Berbeda dengan cara kontrol yang menyesatkan ini, perempuan akan menemukan kasih karunia untuk berbuah jika mereka terus bertekun dalam iman, kasih dan pengudusan, dengan segala kesederhanaan (terj. Bhs. Ing. ‘self-control’ artinya ‘penguasaan diri’). 1Tim 2:15. Seorang perempuan dapat berperilaku seperti ini, berpakaian kebajikan kesalehan dan penguasaan diri, dan bebas dari kecemasan, karena imannya. 1Ptr 3:6. Menarik untuk dicatat bahwa Petrus mengaplikasikan prinsip ini khususnya kepada seorang istri yang suaminya tidak taat kepada Bapa, dan tidak menundukkan dirinya kepada Kristus sebagai Kepala dari keluarganya. Dalam situasi ini, jika seorang perempuan berperilaku sebagai orang Kristen, maka Iblis tidak dapat mengambil keuntungan atasnya, atau atas anak-anaknya, karena mereka berjalan dalam iman bersamanya. Rumahnya tetap menjadi ekspresi komunitas Kristen karena iman dan kebajikannya, karena dia tidak dikendalikan oleh kecemasan dan ketakutan. 1Ptr 3:6.

Jika realitas ini berlaku bagi seorang perempuan yang memiliki suami yang tidak taat dan sulit, betapa lebih lagi prinsip ini seharusnya berlaku bagi seorang perempuan yang memiliki suami yang percaya. Dalam hal ini, kita memperhatikan kecenderungan beberapa perempuan untuk mengambil keuntungan dari komitmen suami mereka terhadap firman, dengan lancang menginstruksikan suaminya dengan kedok persekutuan dalam firman. Akan tetapi, Petrus dan Paulus menegaskan bahwa setiap istri Kristen harus memiliki kebajikan penguasaan diri yang sama yang dapat menunjukkan kesalehan dengan pekerjaan baik, tanpa merebut kekepalaan suaminya.

Pembelajaran : Kejadian 3

Referensi :

Kej 3:6-7
6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya. 7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.

1Tim 2:15
Tetapi perempuan akan diselamatkan karena melahirkan anak, asal ia bertekun dalam iman dan kasih dan pengudusan dengan segala kesederhanaan.

1Ptr 3:6
sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya. Dan kamu adalah anak-anaknya, jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan ancaman.

Berlangganan

Renungan Harian
Silahkan isi nama lengkap dan alamat email untuk mendapatkan renungan harian dalam bahasa indonesia.
 Renungan Bulan Ini
 Renungan Bulan Lalu