Inisiatif kita terhadap persekutuan

Jumat, 3 Juli 2026
Ketika kasih Elohim dicurahkan ke dalam hati kita oleh Roh Kudus, kita mulai menilai dengan cara yang berbeda. Kasih Elohim mendorong kita untuk menilai bahwa ‘jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati. Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka’. 2Kor 5:14-15. Hidup kebangkitan yang kita terima adalah kapasitas untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan ketaatan, atau kasih, yang telah Kristus selesaikan bagi kita.

Minyak yang wangi yang dicurahkan atas yang lain, melalui pertobatan kita saat kita membuat pengakuan dan kesaksian, adalah persekutuan Roh. Seseorang yang mengambil inisiatif untuk bersekutu dengan saudara-saudara mereka, yang merupakan bagian dari Yesus yang korporat, menunjukkan bahwa mereka ‘banyak mengasihi’. Orang-orang yang tidak mengurapi yang lain dengan cara ini, menunjukkan bahwa mereka ‘sedikit mengasihi’.

Yesus juga menyoroti pentingnya rekonsiliasi ketika seorang saudara tersinggung oleh kita. Dia berkata, ‘Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau [KJV – ‘ought against you’ artinya ‘melawan engkau’], tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.’ Mat 5:23-24.

Mari kita perjelas bahwa Kristus sedang berbicara tentang ketersinggungan di antara saudara-saudara, atau sesama anak-anak Elohim, dalam tubuh Kristus. Tentu saja, hubungan-hubungan ini mencakup pernikahan kita, rumah tangga kita (tiga generasi), dan saudara-saudara kita di dalam gereja. Dia tidak sedang berbicara tentang ketersinggungan dengan orang-orang yang berada di luar tubuh Kristus. Rasul Paulus dengan jelas menyatakan bahwa kita bukanlah orang yang berhutang [kita tidak memiliki kewajiban] kepada daging. Rm 8:12.

Hal yang penting, Roh Kudus-lah yang mengingatkan kita akan ketersinggungan yang dilakukan seorang saudara terhadap kita. Kita tidak sekedar mengingat setiap hal sepele atau interaksi yang tidak bertentangan yang mungkin pernah kita alami dengan orang lain. Dalam hal ini, untuk membedakannya membutuhkan kedewasaan dan penglihatan rohani.
Pembelajaran : Lukas 7

Referensi :

2Kor 5:14-15
14  Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati. 15  Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.

Mat 5:23-24
23  Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, 24  tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.  

Rm 8:12
Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang, tetapi bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging.

Berlangganan

Renungan Harian
Silahkan isi nama lengkap dan alamat email untuk mendapatkan renungan harian dalam bahasa indonesia.
 Renungan Bulan Ini
 Renungan Bulan Lalu