Pentingnya doa

Kamis, 22 Januari 2026

Saat ini, melalui pelayanan Roh, Kristus sedang menekankan atas kita pentingnya partisipasi kita dalam doa. Doa adalah syafaat dan sakit bersalin yang merupakan bagian dari persekutuan perjanjian Yahweh Elohim. Singkatnya, syafaat adalah dialog doa yang melibatkan ekspresi, atau komunikasi, nama seseorang. Sakit bersalin adalah ekspresi dari ‘kasih yang memberi’ yang berasal dari diskusi ini melalui tindakan persembahan. Kedua dimensi doa ini, yang dimampukan oleh Roh Kudus, merupakan sarana yang melaluinya tujuan perjanjian Bapa, Anak, dan Roh Kudus tercapai.

Persekutuan kita dalam doa syafaat dan sakit bersalin Yahweh, yang hanya dimungkinkan oleh kapasitas yang kita terima dari Roh Kudus, bersifat korporat dan individu. Kedua konteks doa ini penting bagi partisipasi kita dalam penggenapan tujuan dan kehendak Elohim bagi kita sebagai individu, sebagai rumah tangga, dan sebagai komunitas orang percaya. Karena alasan ini, Paulus menasihati para pembacanya, demikian, ‘Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa (terj. Bhs. Ing. ‘pray without ceasing’ artinya ‘Berdoalah tanpa henti’). Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Elohim di dalam Kristus Yesus bagi kamu.’ 1Tes 5:16-18.

Berbicara tentang fokus utama doa bagi laki-laki dan perempuan yang percaya, Paulus menulis, ‘Oleh karena itu aku ingin, supaya di mana-mana [atau tanpa henti] orang laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan (terj. Bhs. Ing. ‘doubting’ artinya ‘keraguan’). Demikian juga (terj. Bhs. Ing. ‘in like manner also’ artinya ‘dengan sikap yang sama juga’) hendaknya perempuan. Hendaklah ia berdandan dengan pantas, dengan sopan dan sederhana, rambutnya jangan berkepang-kepang, jangan memakai emas atau mutiara ataupun pakaian yang mahal-mahal, tetapi hendaklah ia berdandan dengan perbuatan (pekerjaan) baik, seperti yang layak bagi perempuan yang beribadah (terj. Bhs. Ing. ‘professing godliness’ artinya ‘menyatakan kesalehan’).’ 1Tim 2:8-10.

Kita melihat bahwa seorang laki-laki berdoa syafaat oleh Roh dengan mengangkat tangan yang suci, atau dikuduskan, tanpa amarah atau keraguan. Inilah partisipasinya dalam doa sakit bersalin Yahweh. Dengan cara yang sama, seorang perempuan berdoa syafaat oleh Roh melalui ekspresi kecantikan yang tidak terkorupsi dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang menyatakan kesalehan melalui pekerjaan baik. Inilah partisipasinya dalam doa sakit bersalin Yahweh.

Pembelajaran : Roma 8

Referensi :

1Tes 5:16-18
16 Bersukacitalah senantiasa. 17 Tetaplah berdoa. 18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Elohim di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

1Tim 2:8-10
8 Oleh karena itu aku ingin, supaya di mana-mana orang laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan. 9 Demikian juga hendaknya perempuan. Hendaklah ia berdandan dengan pantas, dengan sopan dan sederhana, rambutnya jangan berkepang-kepang, jangan memakai emas atau mutiara ataupun pakaian yang mahal-mahal, 10 tetapi hendaklah ia berdandan dengan perbuatan baik, seperti yang layak bagi perempuan yang beribadah.

Berlangganan

Renungan Harian
Silahkan isi nama lengkap dan alamat email untuk mendapatkan renungan harian dalam bahasa indonesia.
 Renungan Bulan Ini
 Renungan Bulan Lalu