Aku akan menjadi imanmu

Rabu, 9 September 2026

Seseorang yang telah menerima berkat Abraham, telah dilahirkan dari Roh. Artinya, mereka telah menerima janji akan Roh melalui iman yang diterima dan ditunjukkan Abraham di Gunung Moria.

Dimensi kedua iman, yang disebutkan oleh rasul Paulus dalam suratnya kepada orang Ibrani, adalah iman yang olehnya Abraham berdiam di tanah perjanjian. Iman ini diperluas kepada, dan ditunjukkan oleh, orang-orang yang ada dalam rumah tangganya – Ishak dan Yakub – yang menjadi ahli waris dari janji yang sama yang Elohim berikan kepada Abraham. Paulus menulis, ‘Karena iman ia diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing dan di situ ia tinggal di kemah dengan Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris janji yang satu (yang sama) itu. Sebab ia menanti-nantikan kota yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Elohim’. Ibr 11:9-10.

Setelah mengalahkan kelima raja dan membebaskan keponakannya, Lot, Abram bertemu dengan Melkisedek, yang membawakan kepadanya roti dan anggur persekutuan. Melkisedek memberkati Abram, mengidentifikasinya sebagai ‘pencipta (terj. Bhs. Ing. ‘possessor’ artinya ‘pemilik’) langit dan bumi’. Kej 14:18-19. Setelah peristiwa-peristiwa itu, ‘kemudian datanglah firman TUHAN kepada Abram dalam suatu penglihatan: "Janganlah takut, Abram, Akulah perisai[iman]mu; upahmu akan sangat besar" ’. Kej 15:1. Patut dicatat bahwa Kristus, Firman Tuhan, menangani ketakutan Abram dengan menyatakan bahwa Dia menyerahkan diri-Nya sendiri untuk menjadi iman Abram dan upahnya yang sangat besar.

Setelah diiluminasi untuk melihat anak-anaknya sebagai suatu kumpulan besar orang banyak yang telah dibawa kepada kemuliaan dalam gambar dan rupa Elohim, yang disamakan dengan bintang-bintang di sorga, Abram percaya firman Tuhan. Hal ini diperhitungkan kepada Abram sebagai kebenaran. Kej 15:5-6. Kemudian Tuhan menyatakan kepada Abram bahwa dia akan memperoleh warisan ini melalui persekutuannya dengan salib Kristus. Kej 15:8-17. Pertemuan ini menandai langkah baru dalam perjalanan ziarah iman Abram, karena dia kini melakukan perjalanannya untuk menerima apa yang telah dijanjikan kepadanya.

Pembelajaran : Kejadian 15

Referensi :

Ibr 11:9-10
9 Karena iman ia diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing dan di situ ia tinggal di kemah dengan Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris janji yang satu itu. 10 Sebab ia menanti-nantikan kota yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Elohim.

Kej 14:18-19
18 Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Elohim Yang Mahatinggi. 19 Lalu ia memberkati Abram, katanya: "Diberkatilah kiranya Abram oleh Elohim Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi.

Kej 15:1
Kemudian datanglah firman TUHAN kepada Abram dalam suatu penglihatan: "Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar."

Kej 15:5-6
5 Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." 6 Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.

Kej 15:8-17
8 Kata Abram: "Ya Tuhan ELOHIM, dari manakah aku tahu, bahwa aku akan memilikinya?" 9 Firman TUHAN kepadanya: "Ambillah bagi-Ku seekor lembu betina berumur tiga tahun, seekor kambing betina berumur tiga tahun, seekor domba jantan berumur tiga tahun, seekor burung tekukur dan seekor anak burung merpati." 10 Diambilnyalah semuanya itu bagi TUHAN, dipotong dua, lalu diletakkannya bagian-bagian itu yang satu di samping yang lain, tetapi burung-burung itu tidak dipotong dua. 11 Ketika burung-burung buas hinggap pada daging binatang-binatang itu, maka Abram mengusirnya. 12 Menjelang matahari terbenam, tertidurlah Abram dengan nyenyak. Lalu turunlah meliputinya gelap gulita yang mengerikan. 13 Firman TUHAN kepada Abram: "Ketahuilah dengan sesungguhnya bahwa keturunanmu akan menjadi orang asing dalam suatu negeri, yang bukan kepunyaan mereka, dan bahwa mereka akan diperbudak dan dianiaya, empat ratus tahun lamanya. 14 Tetapi bangsa yang akan memperbudak mereka, akan Kuhukum, dan sesudah itu mereka akan keluar dengan membawa harta benda yang banyak. 15 Tetapi engkau akan pergi kepada nenek moyangmu dengan sejahtera; engkau akan dikuburkan pada waktu telah putih rambutmu. 16 Tetapi keturunan yang keempat akan kembali ke sini, sebab sebelum itu kedurjanaan orang Amori itu belum genap." 17 Ketika matahari telah terbenam, dan hari menjadi gelap, maka kelihatanlah perapian yang berasap beserta suluh yang berapi lewat di antara potongan-potongan daging itu.

Berlangganan

Renungan Harian
Silahkan isi nama lengkap dan alamat email untuk mendapatkan renungan harian dalam bahasa indonesia.
 Renungan Bulan Ini
 Renungan Bulan Lalu