Teladan Kristus
Senin, 12 Januari 2026
Setelah diteguhkan sebagai bagian dari kerajaan imam-imam, ada budaya Kristen yang harus kita tunjukkan dalam semua konteks kehidupan. Ini termasuk sikap dan perilaku kita di tempat kerja atau tempat pendidikan kita. Merincikan ekspresi ini, Petrus berkata, ‘Hai kamu, hamba-hamba [pekerja-pekerja; pelajar-pelajar], tunduklah dengan penuh ketakutan kepada tuanmu [atasan; guru], bukan saja kepada yang baik dan peramah, tetapi juga kepada yang bengis. Sebab adalah kasih karunia (terj. Bhs. Ing. ‘commendable’ artinya ‘patut dipuji’), jika seorang karena sadar akan kehendak Elohim menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung. Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada (terj. Bhs. Ing. ‘commendable before’ artinya ‘patut dipuji di hadapan’) Elohim.’ 1Ptr 2:18-20.
Petrus kemudian menyoroti bahwa hidup ciptaan baru harus nyata dalam keluarga kita. Sehubungan dengan hal ini, pokok bahasan pertamanya ditujukan kepada istri-istri Kristen, dengan menulis, ‘Demikian juga kamu, hai istri-istri, tunduklah kepada suamimu.’ 1Ptr 3:1. Tepat sebelum pernyataan ini, Petrus menjelaskan bahwa Kristus menderita demi kita dalam perjalanan persembahan-Nya dari Getsemani ke Kalvari, dalam ketaatan kepada Bapa. Dia berkata, ‘Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya. Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya. Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.’ 1Ptr 2:21-23.
Dengan mengarahkan istri-istri untuk demikian juga tunduk kepada suami mereka, mereka harus berperilaku terhadap suami mereka dengan cara yang sama seperti yang dilakukan Kristus terhadap Bapa! Hal yang penting, ini adalah arahan bagi semua istri, ‘supaya jika ada di antara mereka [suami] yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya, jika mereka melihat, bagaimana murni dan salehnya hidup isteri mereka itu (terj. Bhs. Ing. ‘when they observe your chaste conduct accompanied by fear’ artinya ‘ketika mereka mengamati perilaku murnimu yang disertai takut’)’. 1Ptr 3:1-2.
Referensi :
18 Hai kamu, hamba-hamba, tunduklah dengan penuh ketakutan kepada tuanmu, bukan saja kepada yang baik dan peramah, tetapi juga kepada yang bengis. 19 Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Elohim menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung. 20 Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Elohim.
1Ptr 3:1-2
1 Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya, 2 jika mereka melihat, bagaimana murni dan salehnya hidup isteri mereka itu.
1Ptr 2:21-23
21 Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya. 22 Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya. 23 Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.
