Iman untuk reformasi

Senin, 2 Maret 2026

Merupakan tanggung jawab bagi pasangan yang sedang berpacaran untuk mencari refleksi dan nasihat dari kebapaan yang saleh saat mereka memulai masa pacaran dan berupaya untuk membangun perjanjian pernikahan mereka menurut gambar yang dikehendaki Elohim. Nasihat ini bukan sekedar saran yang baik untuk mempromosikan pernikahan yang bahagia dan memuaskan. Nasihat ini seharusnya melayani iman kepada pasangan tersebut sehingga mereka dapat percaya akan pernikahan sesuai dengan tujuan perjanjian Elohim. Oleh iman yang diterima saat mereka mendengar firman para utusan Kristus, setiap individu mampu mempersembahkan diri mereka kepada Elohim Bapa. Yoh 14:6. Mereka melakukan ini, dengan mempercayai untuk menerima tujuh Roh dari Bapa sebagai bagian dari Roh-Nya yang spesifik.

Oleh bagian dari Roh Bapa ini, setiap orang dapat dikuatkan dengan keperkasaan di dalam manusia batiniah mereka. Ef 3:16. Dikuatkan dengan cara ini, identitas mereka secara mendasar didefinisikan kembali dalam hubungannya dengan yang lain. Laki-laki dijadikan kepala dari perempuan. Perempuan dijadikan penolong yang sepadan bagi laki-laki tersebut sebagai seseorang yang berasal darinya. 1Kor 11:12. Dengan cara ini, mereka dijadikan satu oleh Bapa, dengan masing-masing telah menerima bagian dari Roh-Nya untuk tujuan ini. Mal 2:15.

Firman nasihat yang ditawarkan kepada pasangan yang sedang berpacaran juga merupakan firman yang melayani kasih karunia yang melaluinya pernikahan pasangan Kristen dapat direformasi. Dalam hal ini, hal-hal yang mendasar untuk membangun perjanjian pernikahan Kristen di musim ikatan adalah hal-hal yang sama yang perlu dipertimbangkan oleh pasangan suami istri jika mereka ingin diteguhkan sebagai rumah buah sulung yang layak. Kita dapat menyamakan firman Bapa yang diterima oleh pasangan yang sedang berpacaran dengan inisiatif ‘pertama kali’ terhadap mereka. Seperti halnya bagi Yusuf, firman ini ‘menguji mereka’ saat mereka, oleh iman, terus menyerahkan diri mereka kepada firman sebagai pasangan suami istri. Mzm 105:19. Inilah implikasi ‘kedua kalinya’ dari firman yang melaluinya mereka mampu menghasilkan buah yang baik bagi Bapa. Mal 2:15.

Pembelajaran : Maleakhi 2

Referensi :

Yoh 14:6
Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Ef 3:16
Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu.

1Kor 11:12
Sebab sama seperti perempuan berasal dari laki-laki, demikian pula laki-laki dilahirkan oleh perempuan; dan segala sesuatu berasal dari Elohim.

Mal 2:15
Bukankah Elohim yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.

Mzm 105:19
Sampai saat firman-Nya sudah genap, dan janji TUHAN membenarkannya.

Berlangganan

Renungan Harian
Silahkan isi nama lengkap dan alamat email untuk mendapatkan renungan harian dalam bahasa indonesia.
 Renungan Bulan Ini
 Renungan Bulan Lalu